Skuad Southampton meratapi kekalahan saat melawan Tottenham Hotspur. (X/@PremierLeague)
JawaPos.com - Southampton mencetak sebuah rekor yang kurang mengenakkan saat mereka menjadi tim pertama dalam sejarah Premier League yang terdegradasi walau masih menyisahkan tujuh pertandingan tersisa.
Kekalahan 1-3 di tangan Tottenham Hotspur di Tottenham Hotspur Stadium, Minggu (6/4) malam WIB, telah membuat Southampton harus puas menyandang tim 'numpang lewat' di Liga Inggris musim ini.
Dua gol di babak pertama dari Brennan Johnson dan gol pertama Mathys Tel di Premier League memberikan tiga poin untuk anak asuh Ange Postecoglou, sementara Mateus Fernandes mencetak gol hiburan bagi The Saints.
Ipswich Town dan Derby County adalah pemegang rekor sebelumnya untuk degradasi paling awal dalam sejarah liga. Mereka dipastikan terdegradasi dengan enam pertandingan tersisa pada musim 1994/1995 dan 2007/2008.
"Kami tahu ini mungkin tidak bisa dihindari pada suatu saat, kami tidak cukup baik sepanjang musim,” kata kiper Southampton, Aaron Ramsdale. "Kami didominasi oleh tim yang lebih baik. Kami bangkit di babak kedua, namun ini adalah hari yang menyedihkan dan akan menjadi pelajaran bagi para pemain.”
“Kami membutuhkan kemenangan, poin, dan performa. Itu harus sampai pada titik di mana para penggemar senang dan bernyanyi. Permainan yang bagus bagi mereka (fans) yang datang hari ini, yang telah berada di St Mary's dan melakukan perjalanan ke seluruh negeri. Kami harus membangun beberapa momentum untuk memasuki musim Championship.”
Southampton juga berada di jalur yang mengkhawatirkan, yaitu menyelesaikan musim dengan jumlah poin terendah yang pernah diraih tim Premier League. Derby County 2007/2008 tercatat mengakhiri musim dengan 11 poin, satu poin lebih banyak dari yang berhasil diraih Southampton sejauh ini.
"Kami ingin meraih poin sebanyak mungkin hingga akhir musim,” ujar Ramsdale. “Tidak ada yang menginginkan rekor tersebut dan kami akan melakukan apa yang kami bisa, tetapi kami akan melakukan apa yang kami bisa untuk mendapatkan lebih banyak poin di papan klasemen.”
Ini merupakan musim yang buruk bagi klub pesisir selatan, yang berusaha mengubah arah ketika mereka memecat pelatih Russell Martin pada Desember 2024.
Penunjukan Ivan Juric gagal menghentikan momentum penurunan klub, dengan pelatih asal Kroasia tersebut sejauh ini hanya meraih satu kemenangan dalam 13 pertandingan yang ia tangani. Southampton telah kalah dalam 11 pertandingan dalam periode tersebut.
Ditanya apakah sudah ada diskusi mengenai masa depannya, Juric lebih fokus membahas secara keseluruhan performa Southampton dan memilih fokus di sisa akhir musim.
"Tidak, sekarang kita akan melihat semuanya. Kami hanya memikirkan tentang pertandingan sekarang. Kita lihat saja apa yang dipikirkan semua orang, apa yang saya pikirkan," kata Juric.
“Para penggemar berhak mendapatkan lebih banyak lagi dan kami harus memahami semua kesalahan yang telah kami buat dan kemudian menciptakan sesuatu yang sangat kuat."
Musim Southampton telah bermasalah sejak awal. Mereka kalah dalam delapan dari sembilan pertandingan pembuka musim ini, dan setelah 23 pertandingan hanya meraih satu kemenangan.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
