
Kiper Manchester United Andre Onana. (Paul Ellis/AFP via Jawa Pos)
JawaPos.com- Andre Onana kembali memperkuat Timnas Kamerun dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Eswatini yang berakhir dengan skor 0-0 di Mbombela Stadium, Afrika Selatan, pekan lalu. Kiper Manchester United itu kembali mengawal gawang dalam laga selanjutnya saat Kamerun meraih kemenangan 3-1 atas Libya di Stade Ahmadou Ahidjo.
Dengan hasil tersebut, Timnas Kamerun kini berada di peringkat kedua Grup D dalam kampanye kualifikasi Piala Dunia mereka. Pasukan Marc Brys mengoleksi tiga kemenangan dan tiga hasil imbang dari enam pertandingan, hanya terpaut satu poin dari pemimpin grup, Tanjung Verde.
Andre Onana bergabung dengan Manchester United setelah sukses bersama Ajax dan Inter Milan. Ia direkrut untuk menggantikan legenda klub, David de Gea, di bawah asuhan Erik ten Hag. Namun, perjalanan Onana di Old Trafford tidak selalu mulus, dengan beberapa kali mendapat kritik akibat kesalahannya di lapangan.
Dalam wawancara dengan Le Media Carre, Onana mengungkapkan bahwa sebelum pindah ke United, ia sempat berbicara dengan Henrikh Mkhitaryan dan Romelu Lukaku, dua mantan pemain Setan Merah. Lukaku bahkan memperingatkannya bahwa United adalah klub yang rumit dan menekankan bahwa segalanya di sana sangat bergantung pada kekuatan mental.
"No, itu tidak membebani saya. Ini adalah Manchester United. Saya sudah menyadari kesulitannya. Saya berbicara dengan Mkhitaryan ketika masih di Inter. Lukaku juga terus mengatakan bahwa ini adalah klub yang rumit dan semuanya sangat bergantung pada mentalitas," ujar Onana.
Meskipun mendapat peringatan tersebut, Onana tetap mantap menerima tantangan besar di United.
Sebelum bergabung dengan Manchester United, Onana sempat menarik perhatian banyak klub besar Eropa. Namanya mulai mencuat saat bersinar bersama Ajax, di mana performa impresifnya membuat beberapa klub seperti Arsenal dan Chelsea tertarik untuk merekrutnya. Namun, Onana tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan.
"Saya memiliki tawaran dari Monaco, Nice, Atletico Madrid, Chelsea, dan Arsenal," ungkap Onana dalam wawancara dengan Le Media Carre.
Bahkan, ia hampir bergabung dengan Lyon setelah melakukan pembicaraan intensif dengan petinggi klub tersebut.
"Saya berbicara dengan presiden dan direktur teknis. Negosiasi sudah cukup jauh," tambahnya.
Namun, alih-alih pindah ke Prancis atau Inggris saat itu, Onana memilih untuk belajar bahasa Italia sebuah keputusan yang mengisyaratkan ketertarikannya pada Serie A. Tak lama setelahnya, ia resmi bergabung dengan Inter Milan, di mana ia menunjukkan performa luar biasa dan membawa klub tersebut ke final Liga Champions.
Keberhasilan di Inter membuat Onana kembali dilirik oleh klub-klub besar. Kali ini, Manchester United datang dengan tawaran serius, dan Onana merasa bahwa ini adalah waktu yang tepat baginya untuk menerima tantangan baru di liga yang lebih kompetitif.
Onana menegaskan bahwa meskipun United saat ini mengalami masa sulit, ia tetap bangga menjadi bagian dari salah satu klub terbesar di dunia.
"Tapi, bagaimanapun juga, ini adalah klub yang fantastis. Dari segi hasil, situasinya memang sedikit rumit saat ini, tetapi klub ini sangat besar. Beberapa pemain bahkan menulis pesan kepada saya, mengatakan untuk bersiap menghadapi hujan setiap saat, bahwa cuaca di sini bisa membuat depresi," ungkapnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
