
Ilustrasi pendukung sepak bola Belanda. (Istimewa)
JawaPos.com-Seperti Romeo dan Juliet, Belanda dan sepak bola seperti memiliki kisah romansa. Kisah cinta yang kini melahirkan budaya.
Sepakbola memang bukan ditemukan di Belanda. Namun sejarah itu tidak bisa meruntuhkan kisah Belanda dan sepak bola. Meski pertama kali lahir di Inggris, Belanda seperti memiliki perspektifnya sendiri mengenai sepak bola. Bagaimana cara mereka memainkan sepak bola, memiliki rasa berbeda dari budaya Amerika Latin.
Di negeri kincir angin tersebut, filosofi Total Football lahir dari kecintaan Belanda memainkannya dan menjadi junjungan pada sepak bola modern. Bila tak percaya, tanyakan saja pada Pep Guardiola.
Kisah cinta Belanda dan sepakbola tidak hanya melahirkan filosofi, namun di sanalah pemain hebat lahir. Johan Cruijff, Marco Van Basten, Ruud Gullit, Simon Tahamata, hingga pelatih timnas Indonesia saat ini, Patrick Kluivert adalah pemain hebat yang berasal dari Negeri Van Oranje.
Tapi kisah romantis Belanda tidak hanya berlaku untuk warga aslinya saja, begitu banyak bintang dunia yang sempat menimba ilmu di negeri kincir angin. Sebut saja Ronaldo yang sempat bermain untuk PSV, Suarez di Ajax, Zlatan Ibrahimović di Ajax, dan masih banyak lagi.
Liga utama Belanda, Eredivisie kerap disebut sebagai liga calon bintang yang tak terlihat. Hal tersebut karena liga Belanda kalah pamor dengan Premier League atau liga Italia pada era 2000-an.
Belanda memang menghasilkan bintang, melahirkan banyak legenda tapi disinilah kisah romansa Belanda dan sepakbola begitu relevan dengan kisah Romeo dan Juliet. Keduanya saling cinta bahkan menentang dunia dengan cinta, Belanda juga menentang sistem sepakbola melalui total football mereka.
Selayaknya kisah Romeo dan Juliet yang tak bisa saling memiliki, hingga 2025 Belanda masih belum bisa memiliki gelar juara Piala Dunia. Mereka dipaksa berhenti sebagai juara dua dalam tiga seri World Cup di tahun 1974,1978, dan 2010.
Seperti Romeo dan Juliet yang cintanya abadi melintasi zaman, kisah cinta Belanda dan sepak bola akan terus bersemi. Meski trofi Piala Dunia belum singgah, filosofi Total Football dan bintang-bintang yang lahir dari tanah Belanda akan terus menginspirasi generasi mendatang. Inilah romansa sejati, di mana cinta tak lekang oleh waktu, dan keindahan permainan terus diwariskan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
