Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Februari 2025 | 03.47 WIB

Meski Buruk saat Sesi Latihan, Eks Pelatih Manchester United Sir Alex Ferguson Sebut Pemain Ini Layak Jadi Legenda Setan Merah

Brian McClair. (Dailystar)

JawaPos.com- Sir Alex memimpin Manchester United Selama 26 tahun, ia dikenal sebagai sosok yang tegas namun penuh kebijaksanaan. Dengan disiplin ketat dan ambisi tanpa batas, ia membawa klub ke era keemasan yang sulit ditandingi dalam sejarah sepak bola Inggris.

Di bawah kepemimpinannya, Manchester United mengoleksi 13 gelar Premier League, dua trofi Liga Champions, dan lima Piala FA, menjadikannya salah satu manajer tersukses sepanjang masa.

Namun, sejak pensiunnya pada 2013, kejayaan tersebut seakan memudar. Sepuluh manajer telah mencoba meneruskan warisannya, tetapi tak satu pun mampu menghidupkan kembali mentalitas dan karakter yang ia tanamkan. Rahasia Ferguson terletak pada kombinasi disiplin ketat, inspirasi luar biasa, dan standar tinggi yang ia terapkan kepada setiap pemain.

Ferguson tidak segan-segan menegur pemain yang tampil di bawah standar. Bahkan para bintang besar seperti Cristiano Ronaldo dan Eric Cantona merasakan ketegasan Ferguson. Salah satu metode ikoniknya adalah "hairdryer treatment" sebuah istilah yang menggambarkan amarahnya di ruang ganti yang bisa meledak seperti suara pengering rambut dengan daya maksimum.

Legenda klub seperti David Beckham dan Ryan Giggs juga pernah menerima perlakuan serupa. Ferguson memastikan bahwa setiap pemain memberikan yang terbaik, tidak hanya saat pertandingan tetapi juga selama sesi latihan. Dalam sebuah sesi bersama akademi Manchester United, ia mengungkapkan bahwa pemain yang malas saat latihan tidak hanya akan mendapat peringatan, tetapi juga berisiko tersingkir dari tim.

Namun, dari sekian banyak pemain yang pernah ia latih, ada satu nama yang mengejutkan. Seorang pemain yang disebut-sebut memiliki performa latihan terburuk justru berhasil bertahan selama 11 tahun di Old Trafford dan mengoleksi 14 trofi.

Saat ditanya siapa pemain dengan performa paling buruk dalam latihan, Ferguson tanpa ragu.

"Pada pramusim, pemain dengan performa latihan terburuk adalah Brian McClair. Dia selalu tertinggal, tetapi saat bermain di hari Sabtu, dia akan berlari sepanjang hari," ungkap Ferguson.

McClair memang dikenal sebagai pemain yang tidak terlalu antusias dalam latihan, tetapi ketika turun ke lapangan, ia menjelma menjadi motor permainan yang tak kenal lelah. Pergerakannya yang cerdas, penyelesaian tajam, dan fleksibilitasnya di lini tengah maupun serangan membuatnya menjadi aset berharga bagi tim Ferguson di era awal kepemimpinannya.

Bagi penggemar Manchester United di era 1990-an, McClair dikenal sebagai penyerang tajam yang kemudian bertransformasi menjadi gelandang pekerja keras. Ia menjadi bagian penting dalam tim yang meraih empat gelar Premier League dan dua Piala FA. Ferguson bahkan pernah menyebutnya sebagai salah satu dari tiga pemain paling underrated yang pernah ia latih.

Secara keseluruhan, pria yang akrab disapa "Choccy" ini mencatatkan 466 penampilan untuk Manchester United, mencetak 121 gol, dan memberikan 16 assist. Ia juga dua kali dianugerahi penghargaan Sir Matt Busby Player of the Year.

Meskipun tidak bersinar dalam sesi latihan, McClair membuktikan bahwa yang terpenting adalah performa di lapangan. Ia meninggalkan Old Trafford pada 1998 sebagai salah satu legenda sejati klub, membuktikan bahwa tekad dan dedikasi lebih penting daripada sekadar menjadi pemain terbaik saat latihan.

 
Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore