
Margarita dan Milinko Pantic, membawa sebuah buket bunga yang jadi tradisi Atletico Madrid selama 30 tahun lebih. Keributan karena Frimpong menendang buket bunga Margarita hingga rusak.
JawaPos.com- Pertandingan antara Bayer Leverkusen melawan Atletico Madrid diwarnai sedikit keributan akibat aksi Jeremie Frimpong. Leverkusen berhasil unggul lebih dahulu melalui gol yang dicetak oleh Piero Hincapie pada menit ke-45+1 babak pertama.
Para pemain Leverkusen merayakan gol tersebut ke arah bendera sudut di sebelah kanan gawang Atletico Madrid. Frimpong, yang terbawa suasana, menendang sebuah buket bunga hingga berhamburan.
Kapten Atletico, Gimenez, yang tidak senang dengan apa yang dilakukan Frimpong, segera menghampirinya. Namun, pemain asal Belanda tersebut tidak tahu apa yang dimaksud Gimenez. Ia baru menyadari hal tersebut setelah pertandingan berakhir.
“Setelah pertandingan kemarin, saya baru mengetahui tentang tradisi buket bunga di stadion Wanda Metropolitano. Saya tidak tahu mengenai hal itu ketika kami merayakan gol. Saya terbawa suasana dan berbuat kesalahan. Saya ingin minta maaf kepada pendukung Atletico, khususnya kepada Margarita,” tulis Frimpong dalam akun X-nya.
Frimpong memang terkenal punya selebrasi yang kerap kontroversial. Ia juga pernah melakukan selebrasi yang menyerupai sesorang sedang menyalakan semacam ganja dan mengisapnya di stadion.
Karangan bunga yang ditendang Frimpong merupakan tradisi Atletico Madrid yang sudah dilakukan selama 30 tahun. Perempuan yang menaruh buket bunga tersebut adalah Margarita Luengo, seorang penggemar setia Atletico Madrid.
Dikutip dari FIFA.com, karangan bunga tersebut dinamakan “Margarita Flowers.” Asal-usul tradisi ini dimulai sejak 27 Juni 1996, ketika Atletico Madrid melawan Athletic Bilbao. Margarita, yang merupakan penggemar Atletico Madrid, meminta izin kepada presiden klub saat itu, Jesus Gil, untuk mengambil beberapa bunga yang ada di bar dan menaruhnya di pinggir lapangan.
Bunga tersebut ditujukan untuk Milinko Pantic, pemain Atletico Madrid yang juga merupakan idola Margarita. Alasan Margarita menaruh bunga di pinggir lapangan adalah karena ia menyukai cara Pantic melakukan tendangan bebas dan tendangan pojok.
Pantic, yang awalnya tidak tahu mengenai bunga tersebut, membuang bunga kepada penonton ketika akan mengambil sepak pojok. Pada pertandingan kandang berikutnya, Margarita memberi catatan pada bunga tersebut dengan tulisan agar tidak dibuang karena bunga itu untuk Pantic.
Sejak itu, Margarita dan Pantic menjadi sahabat dekat hingga saat ini. Selama bertahun-tahun, hanya sekali Margarita dan bunga-bunganya tidak terlihat di Vicente Calderon atau Wanda Metropolitano, yaitu ketika ada saudaranya yang meninggal.
Margarita merupakan ikon di antara penggemar Atletico Madrid. Kesetiaannya kepada klub menjadikannya sosok yang sangat dihormati. Bahkan ketika klub itu terdegradasi, Margarita selalu setia menonton tim kebanggaannya tersebut.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
