
Lautaro Morata (kiri) akan adu tajam dengan Alvaro Morata saat Inter Milan bentrok dengan AC Milan di Giuseppe Meazza, Senin (23/9) dini hari. (reuters)
JawaPos.com – Derby della Madonnina yang ikonik kembali menjadi sorotan, di mana Inter Milan akan menjadi tuan rumah saat menyambut kehadiran AC Milan di Giuseppe Meazza, Senin (23/9) dini hari WIB.
Dengan kedua tim memiliki peruntungan bertolak belakang jelang pertandingan ini, namun duel klasik ini tetap menjanjikan. Seperti biasa, Derby della Madonnina masih merupakan salah satu pertandingan paling seru dalam kalender Serie A.
Bagi AC Milan, bulan lalu benar-benar perjuangan. Meskipun memiliki harapan tinggi setelah melalui jendela transfer musim panas yang sibuk, I Rossoneri tampaknya masih krisis, baik di dalam maupun luar lapangan.
Paulo Fonseca, orang yang memegang kendali, mendapati dirinya berada di bawah tekanan karena penampilan Milan jauh dari meyakinkan sejauh ini.
Kekalahan baru-baru ini dari Liverpool di Liga Champions menyoroti kekurangan mereka, terutama di lini pertahanan dan lini tengah.
Kekalahan 1-3 bukan hanya skor, tetapi indikasi masalah yang lebih di dalam tim. Milan, yang memimpin lebih dulu melalui Christian Pulisic, hancur di bawah tekanan saat Liverpool mendominasi selama 70 menit tersisa.
Statistik mengkhawatirkan dengan 19 tembakan hanya dalam tempo 70 menit merupakan indikasi lini belakang Milan masih rapuh. Mereka masih mencari jalan menahan serangan lawan.
Sebaliknya, Inter Milan datang ke derbi dengan keyakinan di pihak mereka. Meskipun bermain imbang 1-1 melawan Monza pekan lalu, I Nerazzurri tetap menjadi favorit berkat enam kemenangan berturut-turut mereka jelang derbi nanti.
Dipimpin oleh Simone Inzaghi, Inter memiliki skuad yang kuat dengan kedalaman di setiap posisi. Trio lini tengah Nicolo Barella, Hakan Calhanoglu, dan Henrikh Mkhitaryan telah berperan penting dalam mengendalikan permainan. Sementara Lautaro Martinez dan Marcus Thuram selalu tampil dalam performa terbaik melawan rival sekota mereka.
Kesempatan terakhir untuk Fonseca?
Seperti yang diakui Fonseca setelah pertandingan Liga Champions, AC Milan rapuh dalam hal pertahanan. Sejauh ini, mereka hanya mampu menjaga gawangnya tidak kebobolan dalam satu dari lima pertandingan mereka, dan itu terjadi saat melawan tim yang baru promosi, Venezia, dan kebobolan setidaknya dua kali dalam semua pertandingan lainnya.
Absennya pemimpin yang berwibawa di jantung lini tengah dan bek kreatif yang mampu membangun permainan dari belakang membuat Milan kehilangan arah. Fikayo Tomori dan Strahinja Pavlovic, yang bertugas bertahan dan mendistribusikan bola, kesulitan untuk melakukannya secara efektif sejauh ini.
Sementara itu, duo lini tengah Ruben Loftus-Cheek dan Youssouf Fofana belum mampu memimpin tim. Mereka sering gagal menguasai bola atau menciptakan peluang dalam transisi.
Kurangnya kepemimpinan dan kejelasan taktis ini membuat Milan rentan, dengan masalah mencolok saat menguasai bola maupun tidak. Melawan Liverpool, mereka terlalu pasif di momen-momen penting, membiarkan lawan mereka menguasai permainan tanpa banyak perlawanan.
Salah satu dilema taktis terbesar Milan adalah ketidakmampuan mereka untuk mempertahankan tekanan selama 90 menit.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
