Gelandang bertahan Arsenal Declan Rice (kanan) menyundul bola ketika menghadapi Crystal Palace dalam matchweek kedua Premier League di Selhurst Park kemarin (22/8).
JawaPos.com – Declan Rice dinilai tidak terlihat meski Arsenal memenangi Community Shield (6/8).
Debut Rice bersama Arsenal tersebut dipenuhi kritik oleh pandit maupun media Inggris yang menyebutnya tidak pantas menyandang pemain termahal Inggris (GBP 100 juta atau Rp 1,95 triliun, bersanding dengan Jack Grealish).
Tactician Arsenal Mikel Arteta kemudian mengubah skema lini tengah Arsenal. Rice tidak lagi menjadi pemain nomor 8 (gelandang), melainkan sebagai nomor 6 (gelandang bertahan atau gelandang jangkar).
Konsekuensinya, gelandang bertahan Thomas Partey dipaksa ”mengalah” dengan bermain sebagai bek kanan.
Performa Rice pun meningkat ketika Arsenal menang 2-1 atas Nottingham Forest dalam matchweek pertama Premier League (12/8).
Rating/rapor mantan kapten West Ham United itu hanya kalah oleh wide attacker Bukayo Saka dan striker Eddie Nketiah sebagai duo pencetak gol.
Ketika Arsenal menang 1-0 atas Crystal Palace di Selhurst Park kemarin (22/8), Rice menunjukkan level terbaiknya. Deccers –sapaan akrab Rice– memang bukan pencetak gol tunggal kemenangan yang menjadi milik kapten Martin Odegaard via penalti pada menit ke-53.
Tetapi, peran Rice begitu sentral ketika Arsenal kehilangan bek kanan yang dimainkan sebagai bek kiri, Takehiro Tomiyasu, pada menit ke-67. Kontribusi Rice sebagai penghubung bola antara lini belakang dan tengah sangat membantu.
Pemain 24 tahun itu menjadi pemain dengan area jelajah tertinggi (11,6 kilometer), pemilik operan ke depan terbanyak saat tertekan (8 kali), hingga akhirnya diganjar predikat player of the match.
Arteta sampai menyebut Rice dengan panggilan ”Bos Lini Tengah” atas performa di Selhurst Park. ”Hari ini (kemarin, Red) dia bermain sangat fantastis. Saya meminta dia melakukan sesuatu yang berbeda dan dia memenuhinya dengan fantastis,” ucap Arteta kepada Sky Sports.
Pandit Sky Sports Jamie Carragher menilai, peran ideal bagi Rice memang nomor 6. Pengalaman Rice menjalani peran bertahan sebagai bek tengah, bek kiri, dan gelandang bertahan di West Ham membantu adaptasinya.
”Rasanya, segalanya berjalan melalui dirinya. Dia berada di tengah-tengah lapangan, dia mendapatkan bola, dia mengganti permainan, dia pun mencatatkan beberapa operan hebat dari jarak 50 yard (45,72 meter) hingga 60 yard (54,8 meter),” beber Carragher.
Di laman resmi klub, Rice merasa belum mencapai level yang diharapkannya bersama Arsenal. ”Selama empat pekan di sini (Arsenal, Red), aku sudah banyak belajar. Aku mempelajari cara bermain dengan posisi berbeda, di dalam bergerak secara konstan, membangun serangan, dan bermain sebagai sebuah tim secara kolektif,” ungkap Rice.
”Aku benar-benar menguji diriku sendiri karena aku bermain untuk Arsenal, bermain untuk tim dalam level teratas,” imbuh Pemain Terbaik Liga Konferensi Europa 2022–2023 tersebut.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
