Anthony Sinisuka Ginting saat menghadapi Kanta Tsuneyama di babak 32 besar Japan Open kemarin.
JawaPos.com – Indonesia menempatkan empat wakilnya di babak perempat final Australia Open 2023 hari ini (4/8).
Mereka adalah tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting, ganda putra Fajar Alfian/M. Rian Ardianto serta Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yacob Rambitan, dan ganda campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari.
Di delapan besar hari ini yang berlangsung di State Sports Centre, PraYer –sebutan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yacob Rambitan– yang bertemu lawan unggulan. Mereka akan menantang unggulan ketiga turnamen asal Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi.
Di babak delapan besar, Ginting akan berhadapan dengan wakil India Prannoy H.S. Secara head-to-head, Ginting dan Prannoy berimbang. Masing-masing meraih dua kemenangan dan dua kekalahan dari empat pertemuan.
Terakhir, Ginting sukses mengalahkan Prannoy di All England 2023 dengan skor 22-20, 15-21, 21-17. ’’Untuk lawan Prannoy besok (hari ini, Red), saya akan fokus ke recovery dulu. Dia dan saya sudah tahu kelemahan dan kelebihan masing-masing,’’ tutur Ginting.
Pemain kelahiran Cimahi itu mengaku bakal intens diskusi dengan tim pelatih untuk menyiapkan strategi yang tepat. ’’Untuk mendapatkan gambaran seperti apa permainan lawan dia,’’ ujar Ginting.
Nah, di tunggal putra, sorotan terbesar tertuju pada Jonatan Christie. Setelah melaju hingga final Japan Open pekan lalu, Jojo –sapaan Jonatan Christie– kalah oleh wakil Malaysia Ng Tze Yong dua game langsung 20-22, 15-21.
Asisten pelatih tunggal putra pelatnas Harry Hartono menilai, performa yang naik turun tersebut sebagai catatan untuk tim pelatih.
’’Karena memang secara performa, meski Ginting atau Jonatan kalah atau juara di turnamen, performa mereka di lapangan tetap maksimal ya,’’ jelas Harry kepada Jawa Pos.
Menurut dia, dalam peta persaingan menuju Olimpiade Paris 2024, Jojo maupun Ginting masih kompetitif. ’’Hasil bagus keduanya bergantian. Itu satu progres yang baik. Tinggal bagaimana ke depannya kita mau konsisten ya,’’ ucap Harry.
Ya, selain Ginting dan Jonatan, persaingan untuk memperebutkan tiket ke Olimpiade juga muncul dari Chico Aura Dwi Wardoyo. Setiap negara maksimal hanya dua wakil di setiap kategori.
Harry mengakui ketiga pemain yang ada masih kesulitan untuk konsisten. Berbeda dengan tunggal top dunia Viktor Axelsen yang hampir selalu mencapai hasil maksimal di setiap turnamen yang diikutinya.
’’Dia (Axelsen, Red) invest tenaga. Tapi memang dia poinnya sudah tinggi sekali. Jadi bisa memilih mana saja turnamennya. Lebih selektif. Kalau pemain kami lagi kejar Olympic. Jadi harus mengikuti beberapa event,’’ tutur Harry.
Di sisi lain, Jojo menyatakan kekecewaannya lantaran hasil yang didapat seharusnya bisa lebih baik dan mendapat poin agar ranking dunianya bisa naik.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
