
Bayern Munich
JawaPos.com-Bayern Muenchen menjadi juara Liga Champions 2020 dengan rekor sempurna. Dalam 11 pertandingan pada ajang ini, Bayern menang 11 kali.
Pada laga puncak di Estadio da Luz dini hari ini (24/8), Bayern memukul Paris Saint-Germain (PSG) dengan skor 1-0.
Inilah gelar keenam Bayern di Liga Champions. Raksasa Jerman itu sukses 11 kali menembus final. Sementara itu, PSG belum berhasil mendobrak sejarah. Yakni menjadi debutan final ketujuh beruntun yang gagal menjadi juara.
Satu-satunya gol Bayern terjadi pada menit ke-59. Sebuah umpan silang yang cantik dari full back Joshua Kimmich diselesaikan oleh tandukan Kingsley Coman. Sebuah skema gol yang sangat sederhana tetapi mematikan.
Photo
Penyerang Bayern Kingsley Coman merayakan gol yang dia cetak bersama Thomas Mueller pada final Liga Champions 2020. Gol Coman mengantar Bayern menjadi juara. (Miguel A. Lopes / POOL / AFP).
Pasca gol itu, PSG meningkatkan intensitas serangan. Terhitung, dua kali kiper Bayern Manuel Neuer tampil gemilang untuk menyelamatkan gawangnya. Pertama dari Marquinhos pada menit ke-69 dan Kylian Mbappe di menit ke-72.
Photo
Penyerang Paris Saint-Germain Neymar tergeletak pada akhir pertandingan. (Matthew Child/POOL/AFP)
Babak pertama laga final ini, berlangsung dalam intensitas yang sangat tinggi. Skor masih imbang 0-0. Namun, laga yang berlangsung di Estadio da Luz, Lisbon itu berjalan dengan sangat seru.
Pada menit ke-18, PSG punya peluang untuk unggul lebih dulu. Bintang mereka, Neymar memiliki peluang emas untuk mencetak gol. Dia sudah lolos dari sergapan bek Bayern David Alaba. Neymar tinggal berhadapan dengan kiper Bayern Manuel Neuer. Tetapi, sepakannya masih bisa ditahan kiper tim nasional Jerman tersebut.
Pada menit ke-22, giliran Bayern yang mendapatkan peluang emas. Di dalam kotak penalti, striker Robert Lewandowski membalikkan badan dan melakukan tendangan. Namun, sepakannya masih menghantam tiang gawang sebelah kiri.
Satu menit kemudian, lewat skema serangan balik cepat yang dimotori Neymar, PSG kembali mendulang kans besar. Tetapi, tendangan Angel Di Maria di dalam kotak penalti terlalu keras dan melayang di atas mistar gawang Neuer.
Di Maria dalam posisi sempurna setelah mendapatkan sodoran umpan matang dari Ander Herrera.
Lewandowski kembali mendapatkan peluang emas pada menit ke-30. Namun, tandukannya sambil menjatuhkan diri di muka gawang PSG masih bisa diselamatkan secara luar biasa oleh kiper Keylor Navas.
Pada menit terakhir babak pertama, kedua tim masih terus mengalirkan alur serangan secara intens. Namun, skor masih sama kuat 0-0.
Di akhir babak pertama, Bayern mendominasi penguasaan bola dalam posisi 62 persen. Namun, PSG berhasil membukukan sepakan lebih banyak. Yakni enam dibandingkan lima milik Bayern.
Secara keseluruhan, Bayern mendominasi penguasaan bola yakni 62 persen. Bayern juga mencatat 12 kali tendangan dengan dua mengarah ke gawang. Sedangkan PSG mendulang 10 sepakan (tiga mengarah ke gawang).

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
