
Djadjang Nurdjaman kini melatih Gresik United.
Oleh DJADJANG NURDJAMAN, Pelatih Persela Lamongan yang pernah menimba ilmu kepelatihan di Inter Milan
---
KETIKA skuad Inter Milan berlatih, saya sering berada di pinggir lapangan. Ngobrol dengan dua sosok penting saat itu: Roberto Mancini dan Javier Zanetti.
Bukan obrolan ngalor-ngidul. Kami lebih banyak membahas soal teknis. Mengupas apa saja materi latihan yang diberikan oleh Mancini kepada anak asuhnya. Momen itu terjadi pada Januari sampai Maret 2016.
Serie A musim 2015–2016 masih berjalan. Saya melihat latihan semua tim. Mulai Primavera, U-15, U-17, sampai tim senior. Karena saya datang saat musim berlangsung, latihan lebih banyak taktikal.
Mancini menerapkan taktik simpel, possession dan direct ball. Tapi, ada satu metode latihan yang wajib dilakukan: catenaccio. Pertahanan gerendel khas Italia.
Di Italia, filosofi itu dimiliki semua klub. Saya rasa metode latihan dari era Mancini tersebut tidak banyak berubah sampai musim ini.
Karena itu, di final dini hari nanti WIB, Manchester City bisa saja keteteran. Pep Guardiola memang nyaris sempurna. Timnya jago dalam possession ball dan begitu agresif di depan gawang. Tapi, jangan harap bisa begitu lawan Inter Milan. Bertahan dengan prinsip catenaccio sudah jadi makanan sehari-hari para pemain Nerazzurri.
Para pemain klub Italia itu sabar-sabar dalam bertahan. Tapi, tiba-tiba bisa melakukan serangan. Bola di belakang bisa langsung ke depan dan jadi peluang mematikan.
Saya yakin direct ball ala Mancini masih diterapkan Simone Inzaghi. Tapi, bukan berarti saya mengecilkan City. Mereka tetap bisa memenangkan laga.
Tapi, kalaupun menang, pasti dengan skor tipis. City pasti dominan dalam penguasaan bola. Tapi, seberapa sabar mereka dalam upaya menembus pertahanan gerendel Inter?
Jika tidak sabar, bisa-bisa Inter Milan yang membalikkan keadaan. Tinggal ditunggu saja.
Soal dukungan suporter, saya tahu betul betapa fanatiknya fans Inter Milan. Beberapa kali saya menonton langsung laga di Stadion Giuseppe Meazza, Milan. Saya yakin fanatisme besar itu akan dibawa ke Istanbul, Turki. (*/c17/ttg)
*) Disarikan dari wawancara dengan wartawan Jawa Pos Bagus Putra Pamungkas

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
