
Pelatih Liverpool Arne Slot dan Mohamed Salah. (Reuters/Jason Cairnduff)
JawaPos.com–Liverpool kembali bersua Manchester City dalam lanjutan Liga Inggris akhir pekan ini. Namun, duel sarat gengsi di Anfield tersebut tak lagi membawa aroma persaingan gelar seperti musim-musim sebelumnya.
Bagi Liverpool, laga ini lebih dimaknai sebagai ujian nyata untuk mengukur perkembangan tim di bawah kendali Arne Slot. Kekalahan telak 0-3 dari Manchester City di Etihad Stadium pada November lalu masih menjadi catatan penting.
Pada laga tersebut, Liverpool kesulitan mengimbangi permainan lawan, terutama di babak pertama. Virgil van Dijk secara terbuka mengakui Manchester City tampil lebih dominan, meski laga sempat diwarnai kontroversi terkait gol yang dianulir dan keputusan penalti.
Hasil itu menjadi bagian dari periode sulit Liverpool. Dalam rentang 12 pertandingan, mereka menelan tujuh kekalahan yang membuat laju di papan atas tersendat dan memunculkan keraguan terhadap proyek Arne Slot. Meski sempat merespons dengan catatan 13 laga tanpa kekalahan, inkonsistensi kembali terlihat, termasuk kekalahan dari Bournemouth yang kembali menyoroti lemahnya antisipasi bola mati.
Dalam beberapa pekan terakhir, performa Liverpool mulai menunjukkan arah positif. Kemenangan 6-0 atas Qarabag di Liga Champions memastikan tiket ke babak 16 besar, sebelum disusul kemenangan 4-1 atas Newcastle di Premier League. Dua laga tersebut menampilkan Liverpool dengan pressing lebih agresif, tempo permainan tinggi, serta pertahanan yang lebih disiplin.
Slot juga mendapat keuntungan dari meningkatnya performa para pemain baru. Hugo Ekitike mulai menemukan sentuhan terbaiknya di lini depan. Florian Wirtz kian berpengaruh di lini tengah, sementara Milos Kerkez tampil konsisten memberi keseimbangan di sisi lapangan. Kerja tanpa bola dan intensitas permainan menjadi fokus utama yang kini mulai terlihat hasilnya.
Menghadapi Manchester City, Slot menilai laga ini sebagai barometer paling ideal. City dikenal sebagai tim dengan penguasaan bola dominan dan struktur permainan yang rapi.
Liverpool ingin membuktikan bahwa peningkatan pressing dan daya jelajah pemain mampu meredam keunggulan tersebut. Sesuatu yang gagal mereka lakukan pada pertemuan sebelumnya.
Pertandingan ini juga punya arti penting dalam perburuan posisi empat besar. Liverpool tak memiliki margin kesalahan yang besar jika ingin menjaga peluang tampil di Liga Champions musim depan.
Momentum positif wajib dijaga, terlebih musim ini masih menyisakan peluang meraih prestasi di Liga Champions dan Piala FA. Alexis Mac Allister menyuarakan optimisme jelang laga. Gelandang asal Argentina itu menilai Liverpool saat ini jauh lebih siap dibanding saat bertandang ke Etihad.
Namun, keyakinan tersebut tetap harus dibuktikan di lapangan. Anfield akan menjadi panggung untuk melihat apakah Liverpool benar-benar telah melangkah maju, atau masih tertinggal dari rival terberat mereka.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
