
Kasper Hogh cetak gol penentu kemenangan Bodo/Glimt melawan Atletico Madrid. (@sporx/X).
JawaPos.com - Secara mengejutkan, wakil Norwegia Bodo/Glimt berhasil mencuri poin penuh setelah menundukkan Atletico Madrid dengan skor tipis 2-1 di Liga Champions pada Kamis (29/1).
Meski mendominasi penguasaan bola dan menciptakan belasan peluang, skuad asuhan Diego Simeone harus mengakui efektivitas serangan balik tim tamu di Riyadh Air Metropolitano.
Kemenangan itu memperpanjang tren positif Bodo/Glimt sebagai tim kuda hitam yang patut diwaspadai di kancah Eropa musim ini.
Dilansir dari ESPN (29/1), Atletico Madrid sebenarnya memulai laga dengan intensitas tinggi. Hasilnya langsung terlihat pada menit ke-15 ketika David Hancko melepaskan umpan silang yang disambut dengan sundulan tajam oleh Alexander Sorloth.
Bola bersarang rendah di pojok kiri gawang Nikita Haikin dan mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.
Namun, memasuki menit ke-34, Bodo/Glimt merespons lewat transisi cepat. Fredrik Bjorkan berhasil merangsek ke lini pertahanan Atletico dan melepaskan umpan tarik yang diselesaikan dengan sempurna oleh Fredrik Sjovold melalui tendangan kaki kanan dari tengah kotak penalti.
Skor imbang 1-1 pun bertahan hingga babak pertama berakhir. Meskipun demikian, Pablo Barrios sebenarnya sempat hampir membawa Atletico unggul andai tendangannya tidak membentur tiang gawang pada masa tambahan waktu.
Memasuki babak kedua, Atletico Madrid meningkatkan daya gedor dengan memasukkan pemain-pemain kreatif seperti Thiago Almada dan Nahuel Molina.
Sayangnya, lini belakang Atletico Madrid kehilangan momentum pada menit ke-59. Jan Oblak sempat memblok tembakan awal Hakon Evjen, Kasper Hogh yang berdiri tanpa kawalan berhasil mengonversi bola liar menjadi gol dari jarak sangat dekat. Skor kemudian berbalik menjadi 1-2 untuk Bodo/Glimt.
Simeone mencoba segala cara untuk menyamakan kedudukan. Alexander Sorloth dan Julian Alvarez berkali-kali mendapatkan peluang emas di dalam kotak penalti, tetapi performa gemilang kiper Bodo/Glimt Nikita Haikin menjadi tembok penghalang yang kokoh.
Haikin tercatat melakukan lebih dari lima penyelamatan krusial, termasuk menepis sundulan jarak dekat Sorloth pada menit-menit akhir laga.
Intensitas pertandingan meningkat di sepuluh menit terakhir dengan total tujuh menit tambahan waktu.
Marc Pubill dan Thiago Almada terus menekan dari sektor sayap, tetapi disiplinnya lini belakang Bodo/Glimt yang dikomandoi Jostein Gundersen membuat serangan Atletico selalu kandas.
Beberapa insiden seperti klaim handball dan terjebaknya Sorloth dalam posisi offside mewarnai drama di penghujung laga.
Pada akhirnya, skor 1-2 tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit. Kekalahan itu menjadi tamparan keras bagi Atletico Madrid yang sebenarnya lebih diunggulkan secara statistik maupun materi pemain.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
