
Andrea Cambiaso (Instagram @andrea_cambiaso)
JawaPos.com - Bek sayap Juventus, Andrea Cambiaso, mengungkapkan ia mempelajari pemain seperti Riccardo Calafiori dan Marc Cucurella untuk memberikan kontribusi lebih besar di sepertiga akhir penyerangan Si Nyonya Tua.
Cambiaso mencetak gol dalam pertandingan pertama Luciano Spalletti saat menangani Juventus dan memberikan assist kepada Federico Gatti dalam kemenangan 3-1 melawan Udinese.
Dalam tiga musim terakhir di Liga Italia, Cambiaso telah membukukan tiga assist (dua bersama Juventus, satu bersama Bologna) dan mencetak dua gol.
Spalletti baru-baru ini menggambarkan Cambiaso sebagai pemain "3D" karena kemampuannya memberikan dampak di seluruh lapangan. Saat Juventus bersiap menjamu Torino di Derby della Mole pada Minggu (9/11) pukul 00.00 WIB, Cambiaso membandingkan gaya permainannya dengan Calafiori dan Cucurella.
"Saya menganggapnya sebagai pujian, sebagai cara berbeda untuk menggambarkan karakteristik saya," kata Cambiaso kepada La Gazzetta dello Sport ketika ditanya tentang komentar Spalletti.
"Saya pikir begitulah sepak bola saat ini, menguasai ruang yang kami ciptakan di lapangan. Ada banyak perbandingan, kalau saya harus menyebutkan satu nama, saya akan menyebut Calafiori. Dia bermain sebagai bek sayap dan akhirnya menjadi penyerang."
"Begitulah umumnya Arsenal. Saya menonton mereka, saya mempelajari mereka, dan jika Anda bertanya kepada Spalletti, saya yakin dia juga akan menjawab: 'Ya, saya menonton The Gunners'."
"Cucurella juga ada di mana-mana untuk Chelsea malam saat melawan Qarabag."
Torino saat ini berada di posisi ke-13 di Liga Italia, lima poin di belakang Juventus setelah 10 pertandingan. II Toro tidak terkalahkan dalam lima pertandingan liga terakhirnya, meskipun tiga dari pertandingan tersebut berakhir seri.
Juventus hanya kalah satu kali dari 31 pertandingan liga terakhir (M17 S13) di Allianz Stadium, mencatatkan 17 clean sheet. Satu-satunya kekalahan kandang mereka dalam periode tersebut terjadi pada 9 Maret, kalah 0-4 melawan Atalanta.
Bianconeri juga tak terkalahkan dalam 19 derby di kandang melawan Torino, mencetak 43 gol dalam pertandingan tersebut, sedangkan Torino hanya 14 gol. Torino belum pernah menang dalam pertandingan tandang liga melawan Juventus sejak April 1995 (2-1).
Torino hanya menang satu kali dari 10 laga tandang terakhir mereka di Liga Italia, gagal mencetak gol sebanyak lima kali, satu-satunya kemenangan tandang mereka pada periode tersebut terjadi pada 14 September, kemenangan 1-0 melawan Roma, berkat gol Simeone.
Torino telah kebobolan 16 gol di Liga Italia musim ini, jumlah terbanyak bersama dengan Fiorentina dan Verona, dan 11 di antaranya terjadi di babak pertama, tiga lebih banyak daripada tim lainnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
