Luke Shaw (kiri) dan Roy Keane (kanan). (Dok. The Sun)
JawaPos.com – Bek Manchester United, Luke Shaw, akhirnya memberikan tanggapannya terkait kritik tajam yang disampaikan oleh legenda klub, Roy Keane, usai pertandingan derby yang berlangsung akhir pekan lalu.
Setelah menghadapi berbagai kritik selama seminggu, Shaw muncul di hadapan media setelah Manchester United meraih kemenangan penting atas Chelsea pada Sabtu, 20 September. Pemain berusia 30 tahun ini mengakui bahwa penilaian Keane sangat berarti bagi dirinya.
“Tentu saja menyakitkan. Dia (Keane) memiliki banyak pengalaman dan merupakan salah satu kapten terbaik yang pernah dimiliki Manchester United. Kadang-kadang, kita harus menerima kritik dengan lapang dada,” ungkap bek internasional Inggris tersebut.
“Saya percaya kritik adalah bagian dari menjadi seorang pemain sepak bola. Saya mendengarnya, dan saya rasa dia benar. Saya merasa bahwa dalam derby Manchester minggu lalu, saya tidak berada di level permainan yang seharusnya,” katanya.
“Saya tidak perlu Roy Keane untuk memberi tahu saya. Setelah pertandingan, saya sudah menyadari hal itu. Yang terpenting adalah saya tahu seberapa baik performa saya. Manajer (Amorim) juga menyadari hal ini. Saya yakin para manajer yang pernah bekerja sama dengan saya juga tahu kemampuan saya,” tambahnya.
“Saya selalu menjadi bagian dari skuad United dan selalu bermain, jadi pasti ada alasan mengapa para manajer mempercayai saya,” katanya lagi.
Keane, yang berhasil membawa United meraih tujuh gelar Liga Inggris, tidak ragu untuk memberikan kritik kepada mantan klubnya, termasuk kepada tim secara keseluruhan dalam beberapa tahun terakhir.
Pria berusia 54 tahun itu meluapkan kemarahannya setelah kekalahan United di derby Manchester, dengan menyoroti kontribusi Shaw saat menjadi analis pertandingan di kanal Sky Sport.
“Saya rasa Shaw selalu lolos dari hukuman berat selama bertahun-tahun di United. Dia sering cedera dan tidak pernah benar-benar bugar. Dia mendapatkan kesempatan bermain di beberapa pertandingan penting, tetapi seolah-olah dia (Shaw) tidak ingin menekel pemain lawan,” kritik Keane.
Dalam pertandingan melawan Chelsea, Shaw kembali dipercaya oleh Amorim untuk bermain selama 90 menit, dan ia berhasil memperbaiki penampilannya yang kurang memuaskan di laga-laga sebelumnya.
Pemain yang biasanya berposisi sebagai bek sayap kiri ini mendapatkan peran baru sejak kedatangan Amorim di Old Trafford, kini ia beroperasi sebagai bek tengah kiri dalam formasi 3-4-2-1.
Selama 90 menit di lapangan, Shaw menunjukkan kemampuannya dalam bertahan dengan mencatatkan tiga tekel, tiga sapuan bola, dan enam kali berhasil memulihkan bola, dengan presentasi kemenangan duelnya mencapai 60 persen.
Pada pekan keenam Liga Inggris, Shaw dan timnya akan bertandang ke markas Brentford di Stadion Gtech Community pada Sabtu, 27 September malam WIB. Ini menjadi kesempatan bagi Setan Merah untuk meraih kemenangan dan bangkit menuju posisi atas klasemen.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
