Raphinha (Instagram @raphinha)
JawaPos.com – Keputusan Carlo Ancelotti dalam mengelola skuad Brasil menuai sorotan besar. Pelatih yang baru saja membawa timnya ke Piala Dunia tetap memanggil Raphinha untuk tampil di laga tak menentukan.
Sementara itu, bintang Real Madrid seperti Vinicius, Rodrygo, dan Militao justru dibiarkan beristirahat.
Dilansir dari laman Bein Sports pada Kamis (11/9), Barcelona merasa dirugikan karena salah satu pemain kuncinya harus turun di dataran tinggi Bolivia.
Baca Juga: Patrick Kluivert Nilai Timnas Indonesia Sudah Mulai Paham Filosofi Permainan yang Diinginkannya
Raphinha dimainkan setengah jam di El Alto, lebih dari 4.100 meter di atas permukaan laut. Kondisi itu dianggap tidak perlu dan berisiko terhadap kebugarannya.
Dalam laga sebelumnya melawan Chili di Maracana, Raphinha tampil sebagai starter. Ia menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di lini serang Brasil meski tidak mencetak gol.
Kontribusinya termasuk menciptakan peluang hingga memaksa bola muntah yang berbuah gol Estevao.
Namun, keputusan membawa Raphinha ke Bolivia tetap memicu pertanyaan. Setelah pertandingan di Maracana, ia seharusnya bisa kembali ke klub untuk beristirahat.
Ancelotti malah memberi skuad libur tiga hari sebelum melanjutkan perjalanan yang dianggap tidak penting.
Bagi Barcelona, situasi ini menjadi perbandingan pahit. Sementara pemain Real Madrid mendapat perlindungan dari kelelahan, salah satu aset utama mereka harus menjalani laga di kondisi ekstrem. Hal itu menambah kekhawatiran jelang jadwal padat di kompetisi klub.
Raphinha sendiri tidak menyembunyikan rasa frustrasinya. Ia mengkritik keras keputusan bermain di ketinggian 4.000 meter hanya untuk laga yang tidak menentukan.
Selain kelelahan, ia juga menyoroti keputusan wasit yang memberinya pengalaman buruk di pertandingan tersebut.
Kontroversi ini menambah ketegangan antara klub dan tim nasional. Barcelona berharap Ancelotti lebih bijak dalam mengambil keputusan terkait pemain mereka.
Bagi Raphinha, pengalaman ini menjadi bukti nyata ketegangan antara kepentingan klub dan negara.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
