
Raphinha akan menjadi andalan Carlo Ancelotti saat Vinicius Junior dan Rodrygo tidak dipanggil. (Instagram/@raphinha)
JawaPos.com - Raphinha, penyerang Barcelona, kembali membela tim nasional Brasil saat menghadapi Bolivia dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026. Pertandingan tersebut digelar di Estadio Municipal El Alto, Bolivia, yang berada di ketinggian sekitar 4.100 meter di atas permukaan laut. Brasil menelan kekalahan 1-0 dalam laga itu, sementara Raphinha baru masuk bermain pada 30 menit terakhir pertandingan.
Setelah laga berakhir, Raphinha menyampaikan rasa tidak nyaman terkait kondisi yang dialaminya di lapangan. Ia menyoroti tantangan fisik yang muncul akibat tipisnya oksigen di ketinggian tersebut. Menurutnya, situasi ini membuat pemain kesulitan untuk tampil maksimal sepanjang pertandingan.
"Sejak sebuah tim memaksa Anda bermain di ketinggian 4.000 meter untuk bisa memenangkan pertandingan, saya pikir itu sangat merugikan tim-tim lain," ujar Raphinha dikutip melalui laman Diario Sport, Rabu (10/9).
Selain faktor ketinggian, Raphinha juga menyinggung soal keputusan wasit yang memberikan penalti untuk Bolivia. Ia menyebut bahwa dalam pertandingan yang sudah sulit karena kondisi lingkungan, keputusan semacam itu menambah beban bagi timnya.
"Dan kemudian, dalam pertandingan yang seimbang seperti yang kami mainkan, wasit mengada-ada penalti. Saya pikir itu semakin mempersulit permainan kami di lapangan," lanjutnya.
Raphinha menegaskan bahwa tujuan utama Brasil, yaitu memastikan tiket Piala Dunia 2026, sudah tercapai. Namun, pengalaman bermain di ketinggian ekstrem dan hasil yang tidak memuaskan membuatnya meninggalkan lapangan dengan rasa frustrasi.
Sementara itu, Ancelotti menyebut pertandingan itu 'unik', sangat berbeda dari yang lain yang telah kami mainkan, karena ada situasi yang sangat merugikan kami.
"Dia juga memprotes insiden penalti, VAR ikut campur dalam keputusan wasit dan ini adalah hal-hal yang bisa diperbaiki," kata Ancelotti dikutip melalui laman Diario Sport.
"Hal positif dari pertandingan hari ini, saya melihat upaya tim, para pemain, karena sangat sulit bermain di sini. Itu sudah diketahui. Para pemain berusaha luar biasa, pertandingan itu sangat rumit, sulit, baik dari sisi teknis maupun fisik," tambahnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Hasil Babak Pertama Persebaya vs Port FC: Miguel Pereira Cetak Gol Perdana, Skor Masih 1-1
Prediksi Persebaya Surabaya vs Port FC: Bruno Moreira Dikabarkan Cedera, Bernardo Tavares Buka Peluang Rotasi Pemain
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
