Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 Juli 2025 | 03.05 WIB

4 Deretan Fakta Kegagalan Real Madrid pada Musim 2024/25 yang Mengungkap Kelemahan Taktis hingga Statistik Pertahanan

Para pemain Real Madrid dalam pertandingan Piala Dunia Antarklub 2025. (Bein Sports) - Image

Para pemain Real Madrid dalam pertandingan Piala Dunia Antarklub 2025. (Bein Sports)

JawaPos.com – Florentino Pérez sebagai Direktur utama klub asal Spanyol Real Madrid menetapkan target tinggi untuk musim 2024–25 membawa Real Madrid ke final Piala Dunia Antarklub yang baru diperluas.

Untuk mencapainya, klub melakukan perubahan besar termasuk menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih baru serta mendatangkan pemain-pemain bintang seperti Trent Alexander-Arnold dan Dean Huijsen.

Namun, ambisi tersebut gagal terwujud karena Madrid justru menutup musim dengan performa mengecewakan dan pencapaian di bawah standar.

Berikut 4 deretan fakta kegagalan Real Madrid pada musim 2024/25 yang mengungkapkan kelemahan taktis hingga statistik pertahanan, seperti dilansir dari laman Bein Sports pada Jum'at (11/7).

1. Musim Berakhir Mengecewakan Meski Ada Pergantian Manajer dan Rekrutan Bintang

Real Madrid hanya meraih dua dari tujuh trofi yang mungkin didapat: Piala Super UEFA dan Piala Interkontinental.

Kekalahan telak 4-0 dari PSG di semifinal Piala Dunia Antarklub 2025 menjadi pukulan besar bagi ambisi klub. Hal ini menunjukkan kesenjangan performa antara Madrid dan klub-klub elite Eropa saat ini.

2. Statistik Pertahanan Terburuk dalam Dua Dekade Terakhir

Tim mencatat rekor 68 pertandingan resmi, jumlah terbanyak dalam sejarah klub. Namun, mereka juga kebobolan 84 gol jumlah yang menyamai musim 1998–99, namun dalam lebih banyak laga.

Rata-rata kebobolan 1,24 per laga menunjukkan lini pertahanan yang jauh dari standar Madrid.

3. Cedera dan Ketidakkonsistenan Menghantui Identitas Taktis Tim

Madrid kerap harus mengimprovisasi di lini belakang akibat krisis cedera, memakai gelandang seperti Camavinga, Tchouaméni, dan Valverde sebagai bek.

Namun, kendala fisik bukan satu-satunya masalah tim juga gagal membentuk identitas taktis yang konsisten.

Hasil buruk melawan klub-klub besar memperkuat tanda bahwa struktur permainan Madrid goyah.

4. Musim dengan Jumlah Kekalahan Terbanyak Sejak Kepergian Cristiano Ronaldo

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore