
Luciano Spalletti tampak gelisah saat Timnas Italia takluk dari Norwegia. (X/@Azzurri)
JawaPos.com - Luciano Spalletti mengakui bahwa Italia sedang mengalami masa-masa sulit setelah kekalahan memalukan di Norwegia dan mengatakan bahwa ia akan berbicara dengan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mengenai situasi ini. Timnas Italia harus mengakui keunggulan Norwegia pada laga Grup I Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa. Bermain di Ullevaal Stadion, Sabtu (7/6) dini hari WIB, Gli Azzurri kalah 0-3.
Tiga gol di babak pertama telah memberikan kemenangan bagi tuan rumah, dengan Italia tidak dapat membuat dampak dalam kualifikasi pertama mereka untuk Piala Dunia 2026. Norwegia memulai pertandingan dengan cepat, dengan Alexander Sorloth mencetak gol setelah pertandingan baru berjalan 14 menit. Kemudian, gol dari Antonio Nusa dan Erling Haaland sukses membawa tim tuan rumah menang dengan skor meyakinkan atas raksasa Eropa.
Gli Azzurri sebelumnya telah melewatkan dua Piala Dunia terakhir, gagal lolos ke Piala Dunia 2018 dan 2022, sesuatu yang ingin diperbaiki oleh Luciano Spalletti di tahun 2026. Meski begitu, mereka tampil dengan baik saat menghadapi Norwegia yang sedang merajalela di Oslo. Italia kini telah kalah dalam dua pertandingan kualifikasi Piala Dunia secara beruntun untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.
Tidak dipungkiri, kekalahan atas Norwegia membuat pelatih Luciano Spalletti dalam tekanan. Eks nakhoda Napoli itu mengatakan bahwa Italia kini sedang menghadapi krisis.
"Kami membutuhkan lebih banyak antusiasme, sebagai individu. Kami perlu menambahkan sesuatu yang lebih, jika tidak, sesuatu harus berubah,” kata Spalletti.
"Ini bukanlah diri kami, karena dalam hal individu, kami bisa berbuat lebih banyak, tetapi Anda juga bisa melihat ini adalah momen yang sulit. Beberapa hal memang terjadi pada kami, tetapi ini adalah skuat yang saya pilih dan akan terus berlanjut."
Ketika ditanya mengenai posisinya sebagai pelatih tim nasional Italia, Spalletti mengakui bahwa akan ada pembicaraan yang akan datang dengan FIGC. "Saya perlu berbicara dengan Presiden (Gabriele) Gravina tentang niat mereka, pandangan mereka terhadap keputusan yang saya buat,” kata Spalletti.
"Saya memilih skuat ini karena saya pikir ada kualitas, namun jika kami begitu rapuh sehingga kami tidak melakukan perangkap offside, kami tidak mengejar lawan, maka akan timbul rasa kurang percaya diri. Kualitas saja tidak cukup tanpa itu," tegasnya.
Spalletti juga ditanya apakah ia khawatir bahwa Piala Dunia mungkin sudah berada di luar jangkauan Timnas Italia setelah kekalahan dari Norwegia.
“Selalu ada kekhawatiran, karena setelah penampilan seperti itu, Anda jelas harus bertanya pada diri sendiri dan menyadari ada masalah, tetapi Anda harus menghadapinya, karena tidak ada kemungkinan lain,” katanya.
Timnas Italia akan kembali beraks padaSelasa (10/6) dini hari WIB saat menjamu Moldova. Laga tersebut tentunya akan jadi harapan bahwa mereka dapat mulai meraih poin di Reggio Emilia.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
