
Don Carlo bersama Timnas Brasil (dok. Instagram)
JawaPos.com - Debut Carlo Ancelotti sebagai pelatih tim nasional Brasil menandai babak baru dalam sejarah sepak bola Selecao. Pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Ekuador di Guayaquil berakhir dengan skor 0-0 pada, Jumat (6/6), mencerminkan tantangan awal yang dihadapi oleh pelatih asal Italia ini dalam membentuk kembali identitas permainan "Selecao".
Dilansir dari akun Instagram CBF Futebol, Jumat (6/6), Ancelotti menerapkan formasi 4-3-3. Ia memberikan nomor punggung 10 kepada Vinicius Junior, mengembalikan Casemiro dan Richarlison ke starting lineup, serta memberikan debut kepada bek muda Estevao. Pertandingan berlangsung dengan tempo lambat dan minim peluang. Brasil hanya mencatatkan tiga tembakan, dua di antaranya tepat sasaran.
Vinicius sempat mendapatkan peluang di babak pertama, namun berhasil digagalkan oleh penjaga mistar gawang Ekuador, Gonzalo Valle. Casemiro juga hampir mencetak gol melalui sundulan yang mengenai tiang gawang. Di sisi lain, Ekuador tampil solid dan hampir mencetak gol melalui Pervis Estupinan, namun usahanya melambung di atas mistar, dilansir dari laman CBS Sport.
Ancelotti mengakui bahwa kondisi lapangan yang buruk mempengaruhi performa timnya, terutama dalam membangun serangan. "Saya rasa kondisi lapangan sedikit sulit untuk bermain dengan permainan yang lebih kombinatif, lebih ke belakang. Lebih sulit mengontrol bola. Saya rasa kami memiliki dua peluang yang sangat bagus dengan Vini dan Casemiro di babak kedua. Ya, bisa lebih baik di depan, tapi kita juga harus memperhitungkan kekuatan lawan karena Ekuador bermain sangat baik seperti kami," ucapnya pada konferensi pers setelah pertandingan.
Don Carlo tetap optimistis bahwa dengan waktu dan latihan, tim akan berkembang dan mampu bermain lebih baik di pertandingan selanjutnya melawan Paraguay pada 11 Juni. "Ya, saya rasa pertandingan melawan Paraguay akan berbeda karena kami akan memiliki lebih banyak peluang untuk mengontrol permainan. Di sana kami harus bermain, seperti yang saya katakan, dengan ritme yang lebih baik, dengan lebih banyak mobilitas, dan dengan intensitas yang lebih tinggi, dan saya yakin kami akan melihatnya di kandang kami," tambahnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
