Nico O
JawaPos.com - Pep Guardiola akhirnya bisa bernapas lega melihat hasil yang berhasil diraih Bernardo Silva dan kawan-kawan di atas lapangan. Sepanjang pertandingan, mantan pelatih Barcelona itu tampak tak tenang lantaran dipusingkan dengan sulitnya mengalahkan Plymouth Argyle, sebelum akhirnya menang 3-1.
Ronde kelima Piala FA mempertemukan kedua tim dengan keberhasilan Plymouth Argyle menumbangkan calon juara Premier League, Liverpool. Klub kontestan divisi Championship itu jadi kejutan sebab secara mengejutkan berhasil menyingkirkan The Reds di ronde keempat.
Dilansir dari akun media sosial Emirates FA Cup, tuan rumah Manchester City menurunkan sebagian pemain pelapis untuk menghadapi Plymouth yang turun dengan kekuatan penuh. Materi pemain tak banyak berubah sejak terakhir melawan Liverpool. Pep Guardiola menaruh nama-nama pemain utama di bangku cadangan seperti Erling Haaland, Ederson, Josko Gvardiol, dan Omar Marmoush. Harapannya, rotasi pemain membantu pemain-pemain pelapis untuk mendapatkan menit bermain melawan Plymouth.
Namun secara mengejutkan, tim tamu sempat unggul duluan lewat skema tendangan sudut. Tandukan bek Plymouth, Maksym Talovierov, menggetarkan jala gawang Stephan Ortega. Manchester City berhasil membalas satu gol di penghujung babak pertama dan dua gol lainnya di babak kedua.
Dua gol City diraih oleh bek muda potensial binaan akademi, Nico O'Reilly, sementara satu gol lain dicetak oleh gelandang veteran, Kevin De Bruyne. Gelandang sekaligus kapten Manchester City itu juga mendapat penghargaan pemain terbaik berkat capaian satu gol dan satu asisnya di pertandingan melawan Plymouth.
Statistik kedua tim bak bumi dan langit ketika Manchester City mencatat penguasaan bola lebih banyak dibanding Plymouth Argyle. Skuad Pep Guardiola meraih 73% penguasaan bola sementara Plymouth hanya mencatat 27% penguasaan bola. Erling Haaland cs juga mencatat total 26 kali percobaan ke gawang Plymouth dengan 7 peluang diantaranya mengarah tepat ke gawang. Sementara, Plymouth hanya mencatat satu peluang ke gawang dari sepanjang 90 menit jalannya pertandingan.
Dominasi Manchester City juga tercatat pada jumlah tendangan sudut City yang mencapai 19 kali, sementara Plymouth hanya mencatat 1 kali tendangan sudut. Walaupun turun tanpa kekuatan penuh, pemain pelapis Manchester City tetap harus bersusah payah untuk menyingkirkan Plymouth dari babak ronde kelima. Kelengahan di akhir babak kedua mampu dimanfaatkan Manchester City yang sepanjang pertandingan mengurung pertahanan Plymouth.
Dengan hasil ini, Manchester City berkesempatan untuk melaju ke babak berikutnya sambil menanti undian lawan selanjutnya. Sementara bagi Plymouth, kekalahan ini jadi pelajaran sekaligus pengalaman berharga untuk seluruh pemain.
Bisa berkesempatan menjajal dua kekuatan besar Premier League, salah satunya berakhir dengan kemenangan. Setidaknya, Plymouth memberi perlawanan walau tetap tak mampu menahan kekuatan dari Manchester City.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
