Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 Januari 2025 | 01.10 WIB

Jeremie Frimpong Sampaikan Maaf ke Atletico Madrid, Tendang Margarita Flowers yang Jadi Ikon Wanda Metropolitano

 Margarita dan Milinko Pantic, membawa sebuah buket bunga yang jadi tradisi Atletico Madrid selama 30 tahun lebih. Keributan karena Frimpong menendang buket bunga Margarita hingga rusak. - Image

 Margarita dan Milinko Pantic, membawa sebuah buket bunga yang jadi tradisi Atletico Madrid selama 30 tahun lebih. Keributan karena Frimpong menendang buket bunga Margarita hingga rusak.

JawaPos.com- Pertandingan antara Bayer Leverkusen melawan Atletico Madrid diwarnai sedikit keributan akibat aksi Jeremie Frimpong. Leverkusen berhasil unggul lebih dahulu melalui gol yang dicetak oleh Piero Hincapie pada menit ke-45+1 babak pertama.

Para pemain Leverkusen merayakan gol tersebut ke arah bendera sudut di sebelah kanan gawang Atletico Madrid. Frimpong, yang terbawa suasana, menendang sebuah buket bunga hingga berhamburan.

Kapten Atletico, Gimenez, yang tidak senang dengan apa yang dilakukan Frimpong, segera menghampirinya. Namun, pemain asal Belanda tersebut tidak tahu apa yang dimaksud Gimenez. Ia baru menyadari hal tersebut setelah pertandingan berakhir.

“Setelah pertandingan kemarin, saya baru mengetahui tentang tradisi buket bunga di stadion Wanda Metropolitano. Saya tidak tahu mengenai hal itu ketika kami merayakan gol. Saya terbawa suasana dan berbuat kesalahan. Saya ingin minta maaf kepada pendukung Atletico, khususnya kepada Margarita,” tulis Frimpong dalam akun X-nya.

Frimpong memang terkenal punya selebrasi yang kerap kontroversial. Ia juga pernah melakukan selebrasi yang menyerupai sesorang sedang menyalakan semacam ganja dan mengisapnya di stadion. 

Karangan bunga yang ditendang Frimpong merupakan tradisi Atletico Madrid yang sudah dilakukan selama 30 tahun. Perempuan yang menaruh buket bunga tersebut adalah Margarita Luengo, seorang penggemar setia Atletico Madrid.

Dikutip dari FIFA.com, karangan bunga tersebut dinamakan “Margarita Flowers.” Asal-usul tradisi ini dimulai sejak 27 Juni 1996, ketika Atletico Madrid melawan Athletic Bilbao. Margarita, yang merupakan penggemar Atletico Madrid, meminta izin kepada presiden klub saat itu, Jesus Gil, untuk mengambil beberapa bunga yang ada di bar dan menaruhnya di pinggir lapangan.

Bunga tersebut ditujukan untuk Milinko Pantic, pemain Atletico Madrid yang juga merupakan idola Margarita. Alasan Margarita menaruh bunga di pinggir lapangan adalah karena ia menyukai cara Pantic melakukan tendangan bebas dan tendangan pojok.

Pantic, yang awalnya tidak tahu mengenai bunga tersebut, membuang bunga kepada penonton ketika akan mengambil sepak pojok. Pada pertandingan kandang berikutnya, Margarita memberi catatan pada bunga tersebut dengan tulisan agar tidak dibuang karena bunga itu untuk Pantic.

Sejak itu, Margarita dan Pantic menjadi sahabat dekat hingga saat ini. Selama bertahun-tahun, hanya sekali Margarita dan bunga-bunganya tidak terlihat di Vicente Calderon atau Wanda Metropolitano, yaitu ketika ada saudaranya yang meninggal.

Margarita merupakan ikon di antara penggemar Atletico Madrid. Kesetiaannya kepada klub menjadikannya sosok yang sangat dihormati. Bahkan ketika klub itu terdegradasi, Margarita selalu setia menonton tim kebanggaannya tersebut.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore