
PEDAS: Media Eropa Wales Online memberikan kritik pedasnya kepada Nathan Tjoe-A-On untuk bisa lebih baik lagi jika bermain di level klub. (Instagram Nathan Tjoe-A-On)
JawaPos.com — Nathan Tjoe-A-On, seorang pemain sepak bola yang telah dinaturalisasi, menjadi salah satu bintang baru dalam skuad Timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong. Namun, keberhasilannya di level internasional ini tidak diiringi dengan nasib yang sama baik di klubnya, Swansea City.
Media Eropa, khususnya Wales Online, memberikan kritik pedas terhadap performanya di klub meskipun dia tampil memukau bersama Timnas Indonesia.
Pada pertandingan terakhir Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Filipina dengan skor 2-0 pada Selasa, (11/6). Kemenangan ini membuat Timnas Indonesia lolos ke putaran ketiga kualifikasi untuk pertama kalinya dalam sejarah. Kesuksesan ini tidak lepas dari peran Nathan Tjoe-A-On yang tampil ciamik di lapangan.
Nathan Tjoe-A-On, yang sebelumnya bermain sebagai sayap kiri di klubnya, kini berperan sebagai gelandang tengah di Timnas Indonesia. Perubahan posisi ini dilakukan oleh pelatih Shin Tae-yong dan ternyata sukses besar. Nathan langsung menjelma menjadi jenderal lapangan tengah, bahkan menggeser posisi Ivar Jenner yang sebelumnya menjadi andalan di posisi tersebut.
Sejak bergabung dengan Timnas Indonesia pada Maret 2024, Nathan telah menjadi salah satu pemain andalan di skuad Garuda. Dia hampir selalu tampil dalam setiap pertandingan yang dijalani Timnas Indonesia, baik di level senior maupun U-23, dengan total 11 penampilan. Kontribusinya yang luar biasa membuatnya menjadi idola baru bagi para penggemar Timnas Indonesia.
Namun, di tengah pujian yang diterimanya, Nathan justru mendapatkan kritik keras dari media Eropa. Wales Online, salah satu media ternama di Eropa, memberikan sindiran pedas terhadap performa Nathan Tjoe-A-On di Swansea City. Mereka menyebut dirinya belum mampu menunjukkan performa yang sama di level klub, meskipun Nathan tampil luar biasa bersama Timnas Indonesia
Nathan Tjoe-A-On didatangkan oleh Swansea City dari Excelsior pada musim lalu dengan biaya transfer sebesar 300.000 euro atau sekitar Rp5,3 miliar. Namun, sejak bergabung, Nathan tidak mendapatkan banyak kesempatan bermain di tim utama Swansea City. Hal ini membuat klub memutuskan untuk meminjamkannya ke SC Heerenveen pada paruh musim. Sayangnya, nasib Nathan tidak membaik di SC Heerenveen. Dia hanya bermain selama 15 menit dalam empat pertandingan di Eredivisie sebelum kembali ke Swansea City.
Wales Online menyebut, “Ketika pemain Timnas Indonesia itu tiba dengan biaya 300 ribu euro, banyak yang berharap dia akan menjadi jawaban dari krisis bek kiri Swansea City. Namun, dia belum mampu bersaing dengan level sepak bola Championship (kasta kedua Liga Inggris).”
Kritik ini menunjukkan bahwa harapan tinggi yang dibebankan kepada Nathan belum terwujud di Swansea City. “Dipinjamkan ke SC Heerenveen pada Januari dengan tujuan agar permainannya berkembang, namun dia kembali setelah hanya bermain selama 15 menit di Eredivisie.”
Hal ini menegaskan bahwa Nathan masih harus berjuang keras untuk membuktikan kemampuannya di level klub.
Wales Online kemudian mendorong Nathan untuk menunjukkan kemampuan yang sama seperti yang dia tunjukkan saat bersama Timnas Indonesia. “Jika dia ingin memiliki masa depan bersama The Swans, dia harus menunjukkan lebih banyak.”
Kritikan ini menjadi tantangan besar bagi Nathan untuk bisa membuktikan dirinya layak bermain di level klub sekelas Swansea City.
Setelah selesai membela Timnas Indonesia, Nathan Tjoe-A-On kemungkinan besar akan kembali ke Swansea City untuk menjalani pra-musim sebelum kompetisi dimulai pada Agustus mendatang. Ini akan menjadi kesempatan bagi Nathan untuk menunjukkan bahwa dia mampu tampil konsisten baik di level internasional maupun di level klub.
Perjalanan Nathan Tjoe-A-On bersama Timnas Indonesia memang penuh warna. Dari seorang pemain yang baru dinaturalisasi, dia berhasil menjadi andalan di lini tengah dan membantu Timnas Indonesia meraih prestasi bersejarah.
Namun, tantangan besar masih menantinya di Swansea City, di mana ia harus membuktikan bahwa dirinya layak untuk bermain di salah satu klub kasta kedua Liga Inggris.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
