
RITUAL: Suporter Jepang memungut sampah di pengujung pertandingan Grup E Piala Dunia 2022 Qatar saat melawan Jerman. (AP Photo/Ariel Schalit)
JawaPos.com – Dalam arena Piala Dunia 2023, Jepang tidak hanya menyita perhatian dengan performa sepak bola yang luar biasa, tetapi juga dengan ritual unik yang membuat suporter mereka dikenal dan dihormati di seluruh dunia.
Setelah kekalahan yang memilukan, para penggemar Jepang tidak larut dalam kekecewaan, melainkan dengan tenang dan tuntas membersihkan tribun stadion. Mereka memberikan pelajaran penting tentang rasa tanggung jawab dan kebersihan yang membuat suporter dari negara-negara lain takjub.
Peluit akhir pertandingan menghadirkan momen khusus ketika para suporter Jepang dengan cepat beralih dari sorak kebersamaan menjadi aksi pembersihan yang tertib.
Menggunakan kantong sampah berwarna biru, mereka membersihkan tempat duduk, mengumpulkan botol kosong, kulit jeruk, dan segala jenis sampah yang berserakan di tribun stadion.
Tindakan ini bukan hanya sekadar kewajiban membersihkan tempat yang mereka gunakan, tetapi juga menjadi ekspresi dari budaya rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan yang telah ditanamkan sejak dini.
Ritual ini menjadi sorotan global dan mendapatkan apresiasi dari suporter sepak bola di berbagai belahan dunia. Bahkan, suporter dari negara-negara lain mulai mengikuti jejak Jepang, membawa budaya kebersihan ini ke arena sepak bola internasional.
Pemandangan luar biasa para suporter Jepang yang dengan tenang membersihkan tempat duduk mereka setelah pertandingan telah menjadi fenomena yang menginspirasi dan mengajarkan nilai-nilai positif kepada suporter dari seluruh dunia.
Pentingnya kebersihan di ruang publik, terutama di tempat-tempat umum seperti stadion, adalah nilai yang dijunjung tinggi dalam masyarakat Jepang. Keterlibatan individu dalam menjaga kebersihan dianggap sebagai tugas bersama, dan hal ini tercermin dalam tindakan suporter Jepang yang tidak hanya membersihkan sampah mereka sendiri, tetapi juga sampah yang ditinggalkan oleh orang lain.
Semangat kebersihan ini merupakan hasil dari pendidikan di rumah dan sekolah, di mana siswa diajarkan untuk membersihkan ruang kelas dan fasilitas sekolah secara teratur.
Sorotan global atas kebersihan suporter Jepang telah membuka diskusi luas tentang budaya tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan.
Banyak yang terinspirasi dan mencoba mengadopsi sikap yang sama, menjadikan ritual pembersihan pasca-pertandingan sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar tindakan refleks, melainkan sebagai manifestasi dari nilai-nilai positif yang ingin diaplikasikan di seluruh dunia.
Namun, di balik pujian dan pengakuan global, beberapa suporter Jepang mungkin merasa ambivalen. Beberapa di antara mereka merasa bangga dengan perhatian positif yang diberikan kepada budaya kebersihan mereka. Sementara yang lain merasa malu atau bahkan meragukan apakah tindakan ini mencerminkan seluruh masyarakat Jepang.
Isu ini menjadi kompleks, dengan beberapa suporter menganggap bahwa kebersihan pasca-pertandingan seharusnya menjadi perilaku spontan tanpa perlu diperlihatkan kepada dunia.
Kritik juga muncul dari dalam negeri, dengan beberapa orang Jepang menyarankan agar suporter lebih sadar akan budaya dan adat istiadat setempat di negara tuan rumah. Namun, seiring berjalannya waktu, tindakan positif ini tampaknya meresap dan dihargai di Qatar, tuan rumah Piala Dunia 2023. Bahkan sukarelawan dan pekerja stadion mengucapkan terima kasih kepada suporter yang membantu merapikan tribun setelah pertandingan.
Dalam konteks ini, kebersihan bukan hanya sekadar tindakan fungsional, tetapi juga menjadi bentuk respek dan penghormatan terhadap lingkungan bersama. Ritual suporter Jepang telah menciptakan gelombang positif dalam budaya sepak bola internasional, menunjukkan bahwa aksi sederhana dapat memiliki dampak besar dan menginspirasi perubahan positif.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
