Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 April 2022 | 16.14 WIB

Preview Napoli vs AS Roma: Gerbong Terakhir Bagi Spaletti

ANDREAS SOLARO/AFP LUCIANO SPALLETTI - Image

ANDREAS SOLARO/AFP LUCIANO SPALLETTI

JawaPos.com – SSC Napoli memang selalu begitu. Saat rivalnya di papan atas klasemen sementara Serie A berlari kencang sebelum garis finis akhir musim, Napoli malah melambat.

Seperti yang terjadi pekan lalu (10/4). Ketika duo Milan (AC Milan dan Inter Milan) sama-sama melaju kencang, Napoli tak mampu mengikuti lajunya dan menelan kekalahan.

Di kandang sendiri, Stadio Diego Armando Maradona, Partenopei takluk 2-3 oleh ACF Fiorentina.

Lorenzo Insigne dkk pun kini tertinggal tiga poin (66-69) dari Inter dengan jumlah laga yang sama (32) dan terpaut lima poin (66-71) dari capolista AC Milan (sudah memainkan 33 laga).

Laga dini hari nanti sangat krusial bagi Napoli karena skuad besutan Luciano Spalletti kedatangan AS Roma (siaran langsung beIN Sports 3/Vidio/UseeTV GO pukul 00.00 WIB).

”Besok (dini hari nanti, Red) akan datang gerbong kereta terakhir untuk Napoli menuju scudetto,” tulis surat kabar lokal Naples, Cronache di Napoli.

Gerbong kereta yang dimaksud adalah kesempatan. Kalau sampai Partenopei kembali kehilangan poin penuh dini hari nanti, tampaknya, memang sulit bagi klub asal Naples tersebut bersaing dengan duo Milan di sisa lima giornata terakhir.

Sebab, setelah berhadapan dalam second leg semifinal Coppa Italia pada Rabu (20/4) dini hari nanti, Inter maupun AC Milan tidak punya agenda lain selain fokus mengejar scudetto.

Mantan CEO Juventus Luciano Moggi pernah menyebutkan, Napoli dalam beberapa tahun terakhir sebenarnya memiliki kualitas merata dan tim dengan kondisi terbaik untuk meraih scudetto.

”Masalahnya, Napoli tidak terbiasa menang dengan mentalitas. Mereka bisa lebih unggul dari yang lain di awal musim, tetapi tidak mampu beradaptasi dengan kemenangan,” tutur Moggi yang kini berprofesi sebagai pakar sepak bola di koran Libero dan kanal televisi Telecapri Sport.

Musim ini Napoli pernah menempati capolista selama 12 pekan atau dari giornata keempat sampai giornata ke-15. Insigne dkk pun dianggap serius memburu scudetto dan mengorbankan Liga Europa.

Pada kenyataannya, menjelang libur musim dingin atau memasuki paro kedua musim, performa Insigne dkk malah angin-anginan.

Setelah kalah oleh Fiorentina, notabene tim yang juga mengeliminasi Napoli di kandang dalam 16 besar Coppa Italia, melawan AS Roma kembali menjadi tantangan sulit bagi Spalletti.

Sebab, Spalletti tidak pernah sekali pun menang adu taktik di hadapan Mourinho dari lima kali pertemuan (2 seri dan 3 kalah).

”Anda semua telah menulis bahwa aku tidak pernah mengalahkannya (Mourinho, Red) dan itu memang benar. Jika ingin menjuarai kejuaraan ini (Serie A, Red), Anda dituntut mampu mengalahkan pelatih mana pun,” beber Spalletti kepada La Gazzetta dello Sport.