
Photo
JawaPos.com – Sergio Ramos is back. Ya, Ramos akhirnya kembali seperti Ramos semasa bermain di Real Madrid.
Bukan tentang gol-gol krusial yang sering kali dia ciptakan. Melainkan Ramos yang identik dengan kartu merah. Kemarin (23/12) Ramos ”akhirnya” menorehkan kartu merah di Ligue 1.
Tepatnya ketika Paris Saint-Germain (PSG) tertahan 1-1 melawan FC Lorient dalam journee ke-19 Ligue 1 di Stade du Moustoir.
Ironisnya, kartu merah Ramos terjadi gara-gara dua kartu kuning yang tercipta hanya dalam rentang lima menit (81’ dan 86’). Padahal, bek 35 tahun yang akrab disapa Cuqui itu baru masuk setelah turun minum.
Untuk pemain yang baru memainkan laga keduanya di Ligue 1, Ramos tentu terlalu cepat mendapatkan kartu merah itu.
Sebelum menghadapi FC Lorient, Ramos hanya pernah bermain 90 menit ketika PSG mengalahkan AS Saint-Etienne pada journee ke-15 (28/11).
Kartu merah kemarin menjadi kartu merah ke-27 Ramos sepanjang karier profesionalnya. Jumlah itu sudah menempatkan Ramos sebagai pesepak bola yang menerima kartu merah terbanyak selama abad ke-21.
”Sesuatu yang tidak pernah berubah dari Ramos,” cuit BT Sport.
Lucunya, setelah menerima kartu merah, Ramos menganggap dirinya masih dalam proses adaptasi di PSG. Dia juga beralasan empat bulan awal bersama Les Parisiens hanya habis untuk proses pemulihan cedera.
”Hari ini (kemarin, Red) hari yang baru untuk belajar. Besok adalah hari baru untuk memperbaiki diri. Maju terus, mari lanjutkan,” tulis Ramos dalam kicauan Twitter-nya.
Entraineur PSG Mauricio Pochettino seolah tidak menghiraukan catatan disiplin Ramos.
”Kartu merah? Itu bisa saja terjadi pada pemain mana pun, siapa pun. Kecuali Anda hanya duduk manis di bench atau di rumah, maka itu (kartu merah, Red) tidak akan pernah Anda terima,” tuturnya.
Poche juga membeberkan alasan di balik memainkan Ramos. Hal itu mengingat performa PSG sebenarnya baik-baik saja sebelum masuknya Ramos.
”Kami ingin membangun pertahanan dengan tiga bek sehingga memiliki lebih banyak pemain di sayap untuk membantu serangan,’’ beber pelatih asal Argentina itu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
