
Luis Enrique mengaku sulit menjelaskan apa yang terjadi di Camp Nou dengan kata-kata
JawaPos.com - Pelatih Barcelona, Luis Enrique, mengaku sulit menjelaskan keberhasilan timnya melakoni comeback bersejarah di Liga Champions. Bahkan, dia menyebut timnya seperti bermain dalam film horor.
Bagaimana tidak, Barcelona kalah 0-4 pada pertemuan pertama di kandang Paris Saint-Germain. Artinya, mereka butuh kemenangan minimal dengan selisih 5 gol. Barcelona pun dihadapkan pada fakta sejarah bahwa di Liga Champions tak ada tim yang mampu lolos ke babak berikutnya usai kalah dengan selisih 4 gol pada leg pertama.
Akan tetapi, sebelum laga, Enrique selalu memberi motivasi dan keyakinan. Bahkan, dia berujar Barcelona bisa mencetak 6 gol. Bingo! Keyakinan itu benar-benar terwujud. Ujar-ujar asing "imposibble is nothing" benar adanya. Tak ada yang tak mungkin di dunia ini.
Bermain di Camp Nou, Lionel Messi cs bermain kesetanan. Mirip film horor, mereka setiap menit membuat para pemain PSG ketakutan karena memberikan ancaman di gawang mereka.
Dua gol dicetak pada babak pertama. Butuh 3 gol lagi untuk lolos. Publik Camp Nou dan bahkan dunia mungkin akan mengira Barcelona tersingkir. Hingga menit 87, Barcelona baru unggul 3-1. Tambahan gol dari Messi seperti sia-sia karena Edinson Cavani mampu mencetak satu gol tandang.
Dalam kedudukan 3-1 dan laga tersisa 3 menit di waktu normal, Barcelona harus mencetak 3 gol untuk lolos. Bukan Barcelona kalau tidak memiliki keyakinan yang tinggi. Mereka benar-benar mencetak 3 gol sebelum pertandingan berakhir.
Neymar memborong dua gol pada menit 88 dan 91 lewat tendangan penalti. Kemudian Sergio Roberto mencetak gol pada menit 95 sekaligus menjadi penentu lolosnya Barcelona ke perempat final. Barcelona menang 6-1 dan unggul agregat 6-5. Luar biasa!
"Sulit menjelaskan dengan kata-kata. Kami seperti bermain dalam film horor. Sangat spektakuler. Kemenangan ini menunjukkan bahwa kalau Anda percaya diri dan yakin, hasil terbaik akan dicapai. Kami berani mengambil risiko dengan bermain menyerang dan membuat pertahanan kami mungkin longgar," beber Enrique kepada Uefa.com.
"Tak hanya pemain yang dipenuhi rasa percaya yang tinggi, fans juga demikian. Mungkin fans yang tak memiliki keyakinan akan sesuatu sudah akan meninggalkan stadion saat kami tertinggal 1-3 dan pertandingan menyisakan 3 menit di waktu normal. Tapi, tak ada yang pulang cepat. Mereka setia menunggu dan akhirnya merayakan keberhasilan ini," imbuh Enrique.
Enrique menambahkan, "Saya mengatakan dalam konferensi pers sebelum laga bahwa kami akan mencetak 6 gol. Dan, Anda lihat sendiri di lapangan. Kami selalu yakin karena kami masih ingin berada di ajang ini". (epr/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
