
Ballerina asal Indonesia, Wilujeng Arimbi Yuwono. (Istimewa)
JawaPos.com - Kompetisi ballet dunia, The World Ballet Trial (TWBT) 2025 di Jepang menjadi saksi keanggunan penari cilik Indonesia, Wilujeng Arimbi Yuwono. Gadis kecil berusia 11 tahun yang akrab disapa Liu itu berhasil memukau juri kompetisi.
Dalam pertunjukan, Liu dan rekan-rekannya tampil elegan dan disiplin. Kepercayaan diri dan ketenangan Liu di tengah ketatnya kompetisi mampu diatasi hingga membawanya keluar dari tekanan. Liu tampil percaya diri dan pada akhirnya meraih dua medali.
"Kemenangan ini bikin aku makin semangat buat terus maju dan belajar lebih banyak lagi. Dunia ballet itu perjalanan panjang yang enggak pernah berhenti, jadi aku enggak mau cepat puas," kata Liu dalam keterangan tertulis yang diterima.
Liu menuturkan, dua medali yang diraihnya itu menjadi motivasi supaya dirinya bisa terus berkembang.
"Aku pengen tunjukin kalau kalau kita mau berusaha, mimpi kita bisa terwujud," katanya lagi.
Perjalanan Liu dan teman-temannya bisa dibilang panjang sebelum tampil di panggung dunia. Ia lebih dulu harus menaklukkan TWBT Indonesia menyingkirkan kontestan lainnya sebelum bisa tampil di Tokyo.
Sementara itu, Ester selaku salah satu pembina On Point Ballet School tempat Liu berlatih menambahkan, keikutsertaan Liu di TWBT 2025 menjadi bukti nyata bahwa penari muda Indonesia mampu bersaing di panggung dunia.
"Ini pengalaman luar biasa untuk Liu. Dari Bekasi bisa sampai Tokyo, semoga jadi inspirasi bagi penari muda lainnya di Indonesia," ungkap Ester.
Ester juga menegaskan komitmennya untuk terus membina generasi penari berbakat dengan disiplin, profesionalisme, dan karakter yang kuat.
"Visi kami sederhana, yaitu melahirkan penari yang unggul dan berkarakter. Kami percaya, dengan semangat dan kerja keras, anak-anak Indonesia bisa bersinar di panggung internasional," katanya.
TWBT 2025 merupakan sebuah kompetisi balet bergengsi dunia yang digelar di Kogane Hall, Jepang pada 21–22 Agustus 2025. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Asia Ballet ini diikuti lebih dari 50 peserta dari berbagai negara, termasuk Jepang, Malaysia, Korea, Filipina, Thailand, Italia, Tiongkok, hingga Indonesia.
Merupakan salah satu kompetisi ballet internasional prestisius, TWBT menggelar kompetisi dengan kategori lomba mencakup pre-competition, semi final dan final untuk kategori junior A, B, C.
Untuk senior, kategori yang dilombakan mulai dari kontemporer, dan classical ballet. Proses penjaringan pemenang kompetisi dilakukan melalui negara masing-masing sebelum lolos ke babak final di Jepang.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
