
PRODUKTIF: Karya-karya seniman cum sastrawan Goenawan Mohamad (kanan) dipajang dalam gelaran Art Jakarta 2024 yang berlangsung di JIEXPO Kemayoran mulai Kamis (4/10) hingga Minggu (6/10).
JawaPos.com - Jakarta kembali menjadi "tuan rumah" salah satu pameran seni rupa terbesar di Asia Tenggara. Kamis (4/10), Art Jakarta resmi dibuka di JIEXPO Kemayoran dan pameran itu menjadi "rumah" bagi 73 galeri seni.
Galeri dari dalam negeri maupun luar negeri ambil bagian di ajang tersebut. Galeri-galeri manca datang dari Malaysia, Singapura, Thailand, Korea Selatan, Rusia, dan Australia.
Deretan nama galeri seni yang turut meramaikan Art Jakarta kali ini di antaranya Art+ Contemporary, Art Agenda, Art:1, ArtSociates, ArtSerpong Galery, Mizuma Gallery, Museum of Toys, Nadi Gallery, Sankhara Art, Semarang Gallery, Srisasanti Gallery, dan Vinautism Gallery. Art Jakarta berlangsung hingga besok (6/10).
UNIK: Sejumlah patung yang dipajang di area Galeri Sankhara Art menarik perhatian pengunjung Art Jakarta dalam pembukaannya Kamis (4/10). (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)
Dalam pantauan Jawa Pos sejak pembukaan pameran pukul 15.00 WIB, pengunjung langsung ramai. Beberapa perupa dan kolektor juga hadir. Salah satunya sastrawan cum seniman Goenawan Mohamad.
Kebetulan, beberapa karya seni rupa GM, sapaan akrab Goenawan Mohamad, meramaikan pasar seni tersebut. Karya GM dipamerkan oleh galeri ArtSociates Bandung. Kepada Jawa Pos, GM berharap bursa karya seni serupa juga digelar di kota-kota besar lain di Indonesia. Dan Surabaya salah satunya.
Hal itu bisa membuat kesenian di Kota Pahlawan tidak mati suri. ”Jadi, sudah saatnya ada galeri-galeri dan ada pameran besar (di Surabaya, Red),” ujar GM kemarin.
NUANSA BAHARI: Mannerist karya Yudi Sulistyo x Mulyana (Galeri Zen1) menunjukkan aneka biota laut dengan sebuah kapal di atasnya. (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)
Selain itu, GM juga berharap pemerintah memberikan perhatian lebih besar terhadap dunia seni rupa. Layaknya di Singapura, terdapat museum modern yang ikut memamerkan karya-karya seniman Indonesia.
”(Kalau di Indonesia, Red) pejabat kita itu tidak begitu tertarik (dengan museum seni). Lihat saja IKN (Ibu Kota Nusantara, Red), mana ada dipikirkan (bangun) museum?” ujar wartawan senior tersebut.
Sementara itu, Fair Director Art Jakarta Tom Tandio mengatakan, pergelaran ke-14 Art Jakarta disebutnya semakin baik. Sebab, luasan lahan pameran tahun ini lebih besar ketimbang Art Jakarta edisi sebelumnya. Sebelumnya, Art Jakarta hanya menempati dua ruangan di JIEXPO Kemayoran, yakni hall B3 dan C3. Maka, pada edisi kali diperluas hingga ke hall C1. (tyo/c6/dra)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
