
Come to Me All Who Labor and are Heawy Laden and I Will Give You Rest (No.2) karya Pingkan Polla dalam Sandi Kala dari 69 Perfromance Club di Galeri Kertas. (Arya Darmaja for Jawa Pos)
JawaPos.com– 69 Performance Club menaja Sandi Kala di Galeri Kertas akhir pekan lalu. Empat presentasi ditunjukkan secara bergantian oleh Robby Ocktavian dan Dhuha Ramadhani, Riyadhus Shalihin, Pingkan Polla, dan Otty Widasari. Anggraeni Widhiasih dan Prashasti W. Putri menjadi kurator dari empat karya dalam Sandi Kala yang menjadi edisi ke 18 presentasi dari 69 Performance Club ini.
Kuratorial Sandi Kala bertolak dari ide untuk mengajak partisipannya menggali ceceran kode-kode narasi kolektif. Terutama narasi kolektif dalam teks, baik teks tulisan maupun dalam teks pada konteks yang lebih luas. Potensi performatif narasi-narasi tersebut dihadirkan melalui teks, gerak, bentuk, serta relevansinya dengan narasi kolektif di kawasan Asia Tenggara hari ini.
Presentasi oleh 69 Performance Club tersebut disaksikan puluhan penonton yang menjejali Galeri Kertas. Sebagian besar adalah anak-anak SMA yang sengaja diundang untuk hadir. ’’Kami sengaja mengundang siswa sekolah. Harapannya mereka bisa mendapatkan pengetahuan-pengetahuan yang segar dan bersumber dari dinamika seni hari ini,’’ kata Ratu Selvi Agnesia dari Galeri Kertas.
Lewat empat karya dalam Sandi Kala, apresiator diajak untuk ikut mengalami narasi kolektif yang dipresentasikan melalui tubuh para seniman di arena penyajian. Pada Nandak Ganjen Jakarta Tenggara, presentasi ceceran ingatan bersama tentang bagaimana tubuh merespons bunyi dan irama disampaikan Otty Widasari lewat rupa-rupa gerak yang performatif. Mulanya Otty muncul ke tengah arena dengan tidak banyak gerak. Perlahan tubuhnya memberi reaksi dari bebunyian dari tepukan tangan hingga suara mulut yang membentuk ketukan dan irama. Tubuh Otty kemudian merespons irama yang muncul di sekitarnya.
Photo
Nandak Ganjen Jakarta Tenggara karya Otty Widasari dalam Sandi Kala dari 69 Performance Club di Galeri Kertas. (Arya Darmaja for Jawa Pos)
Nandak Ganjen Jakarta Tenggara bukan pertunjukan tari Nandak Ganjen beriring irama dari mulut walau tengara pada gerak khas tari baru Betawi itu tampak hadir. Di arena presentasi tak ada gerak yang dikoreografi dengan ketat layaknya tarian Nandak Ganjen. Sebaliknya, ada kesertamertaan yang cair. Bagi apresiator, rupa-rupa gerak di arena presentasi Otty menunjukkan tengara dari tubuh yang hidup dalam situasi komunal di sekitar Nandak Ganjen bereaksi terhadap irama. Pada karya ini Otty hadir bersama Kelompok Teater dengan partisan Alifah Melisa, Panji Anggira, Prashasti Wilujeng Putri, Wahyu Budiman, Pingkan Polla, Maria Deandra, Anggraeni Widhiasih, Volta Ahmad, Anisa Nabilla, Mardi Al Anhar, Syahrullah, dan Dhanurendra Pandji.
Selain Otty, Sandi Kala menghadirkan Baur: Undo karya Robby Ocktavian dan Dhuha Ramadhani, Irritating Intimacy: Light and The Iron Sea karya Riyadhus Shalihin, dan Come to Me All Who Labor and are Heawy Laden and I Will Give You Rest (No.2) karya Pingkan Polla. Rencananya, program serupa akan kembali ditaja oleh 69 Performance Club pada April mendatang. 69 Performance Club adalah inisiatif yang digagas Forum Lenteng untuk studi fenomena social kebudayaan melalui performance art. Karya mereka pernah hadir di beberapa negara seperti Belgia, Swiss, Korea Selatan, dan lain-lain. (tir)

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
