
ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS)
Sumenep, 2024
Baca Juga: Sajak Sedang Apa
---
Hidup di kota hanyalah pelarian dari degap harap
yang toksik. Aku berupaya menyembuhkan nyeri
sendi-sendi setelah sekian lama dipaksa berlari
kencang seperti sapi karapan yang pantatnya
selalu merah basah karena tiada henti dicacah.
Masih lekat bunyi sambar cemeti. Jalan tandus
dan sudut-sudut cakrawala mengembuskan uap
balsam. Dari jauh, badai memiuh. Di kiri-kanan
sorak-sorai bermakna ganda. Berbusa. Berbisa.
Aku bersandar pada punggung kota, pada lusuh
dan rapuhnya kata-kata. Terkadang aku pergi ke
kafe hanya untuk menjenguk wajah kuyu ibu di

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
