
ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS)
Tuhan, tolong janganlah marah
Saku di celana ini telah robek dan duka jatuh berserakan menghalangi langkahku pulang
Kemarin baru kujahit sendiri di teras sambil minum air kelapa yang segar, tapi maafkan aku karena benang itu tak cukup kuat menahan beratnya recehan di dalamnya
Namun, duka ini justru menyeret iman keluar dari pintu masjid ke kamar yang gelap
Duka ini tidak lagi datang hanya potong demi potong
Namun, seperti longsor yang meruntuhkan sebuah rumah
Bagaimana celana usang ini mampu melindungi saku yang berisikan duka itu
Tuhan, hujan tak bisa ditepis dan badai tak mampu dihadang
Meski sudah sembunyi di laut yang dalam, akan kutemui duka-duka itu dalam bentuk yang lain pula
Tuhan, jika tabah kiranya masih tersisa di langit-Mu meski itu hanya seporsi tolong berikan padaku
Jika berkenan celana ini dapat kupakai lagi, maka berikanlah aku gulungan benang yang lebih kuat
Akan kujahit kembali walau peluh berjatuhan duet dengan air mata
Tuhan, beberapa duka kadang tiada berbentuk tapi membuat warna celana ini luntur
Seperti mata yang dihadapkan kabut

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
