Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Februari 2025 | 21.35 WIB

Sajak: Duka dalam Saku Celana

ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS) - Image

ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS)

Duka dalam Saku Celana


Tuhan, tolong janganlah marah

Saku di celana ini telah robek dan duka jatuh berserakan menghalangi langkahku pulang


Kemarin baru kujahit sendiri di teras sambil minum air kelapa yang segar, tapi maafkan aku karena benang itu tak cukup kuat menahan beratnya recehan di dalamnya


Tuhan, duka-duka yang lain seperti pupuk yang membuat tanaman hidup lebih hijau

Namun, duka ini justru menyeret iman keluar dari pintu masjid ke kamar yang gelap


Duka ini tidak lagi datang hanya potong demi potong

Namun, seperti longsor yang meruntuhkan sebuah rumah

Bagaimana celana usang ini mampu melindungi saku yang berisikan duka itu


Tuhan, hujan tak bisa ditepis dan badai tak mampu dihadang

Meski sudah sembunyi di laut yang dalam, akan kutemui duka-duka itu dalam bentuk yang lain pula


Tuhan, jika tabah kiranya masih tersisa di langit-Mu meski itu hanya seporsi tolong berikan padaku

Jika berkenan celana ini dapat kupakai lagi, maka berikanlah aku gulungan benang yang lebih kuat

Akan kujahit kembali walau peluh berjatuhan duet dengan air mata


Tuhan, beberapa duka kadang tiada berbentuk tapi membuat warna celana ini luntur

Seperti mata yang dihadapkan kabut

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore