Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 Oktober 2024 | 17.56 WIB

Sajak: Serenada Hitam di Kota Hitam

ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS) - Image

ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS)

Serenada Hitam di Kota Hitam


Hari itu, orang-orang lupa tanggal berapa

mereka bernyanyi memanggil arwah-arwah

tersuruk mencari ceruk di pohon-pohon tua

yang rantingnya menggigil gemetar


siapa bisa menggambarkan maut menyentuh pundak kanak-kanak?

seperti lilin-lilin redup menyala menyanyikan happy birthday

lantas padam begitu saja, namun serenada-serenada itu tetap saja kita nyanyikan

sambil membayangkan perjalanan tamasya ke kubur hitam


serenada hitam dinyanyikan, ikan-ikan menari kesurupan

burung-burung gagak mabuk bernyanyi, sajak-sajak menggelepar

membayangkan wali-wali suci sembunyi di perut paus hitam


’’jangan pergi tuan, jangan pergi ke kota!”


’’nona, jangan balik ke kota!”


kota menghitam. lelaki-lelaki berjubah hitam

perempuan-perempuan bermantel hitam

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore