Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Juni 2024 | 21.22 WIB

Sajak: Di Pasar Kembang

ILUSTRASI

Di Pasar Kembang

kita menuju ke sana, sebatas untuk nasi hangat dan daging yang diharamkan, meneguk cerita-cerita yang dituturkan seakan jauh, lebih jauh dari jarak hujan dan basah.

kita gagal, hanya memamah angin, yang mengantar kuah sup hangat, namun bukan yang kita inginkan.

hujan gagal melunturkan kecewa, memaksa berteduh di emperan toko, namun tak melihat bunga. tukang parkir terlampau rajin

di antara mobil yang sesak, baju batik di sebuah gedung pertemuan yang melantunkan lagu-lagu mesra, tanpa kecewa, di sana.

omongan dari sederet nama, angka, proposal, berbatang rokok, dan sebagainya, dan sebagainya, kadung lindap di lampu jalan yang penuh berhasil memantulkan rinai.

malam masih saja hujan, dan basah. kita menerobos, untuk lanjut mencari, bertaruh pada nasib yang digerus gelap, tanpa pernah tahu apa pun, entah kemalangan atau apa dan siapa.

---

Sebelum Pasar Gede

seorang lelaki mengakrabi hujan, di kursi roda. ranting yang tertancap adalah batas, untuk siapa saja yang melintas, seperti kita

yang melintas tanpa peduli, kecuali melihatnya, hanya melihatnya.

kita telah selesai, membeli kegundahan untuk hidup esok hari dan keinginan merajam dendam di malam yang basah dan celaka, ketika seseorang masih mengakrabi hujan, berkarib dengan basah.

---

Di Tisakops

untuk beri hanna:


selalu ada jabat tangan namun tanpa oleh-oleh, detail tentang rasa sakit ditanyakan,

’’aku susah nulis cerpen lagi,’’ katamu.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore