Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 Januari 2022 | 16.01 WIB

Samsung Galaxy A03 Core, Lebih Pas untuk Pengguna Baru

Kamera smartphone Samsung Galaxy A03 Core. (Rian Alfianto/JawaPos.com) - Image

Kamera smartphone Samsung Galaxy A03 Core. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pemerintah telah mulai melemparkan wacana tentang penghapusan jaringan 3G. Hal ini lantaran jaringan 3G sudah dianggap tua karena teknologi jaringan seluler saat ini sudah sampai generasi kelima atau 5G. Selain itu, penetrasi jaringan 4G juga boleh dikatakan hampir merata di seluruh penjuru Indonesia. Hal ini bisa terjadi dengan serangkaian program pemerintah menggandeng opsel dan swasta mulai dari membangun jaringan tulang punggung Palapa Ring, BTS USO dan program pemerataan digital lainnya.

Selain kepada akses jaringan, peredaran perangkat ponsel yang mendukung 4G juga bisa dikatakan mudah dijangkau. Merek-merek yang ada saat ini getol melakukan penetrasi pasar sampai ke daerah-daerah terpencil.

Smartphone Android saat ini juga sudah murah-murah dan langsung bisa merasakan pengalaman 4G yang lebih baik dari pada 3G buat berbagai keperluan. Hal ini membuat tidak ada lagi alasan masyarakat bertahan pada perangkat ponsel jadul yang menggunakan 3G, dan mulai bisa melangkah ke perangkat smartphone dengan kualitas jaringan yang lebih baik lagi.

Di kelas Rp 1 jutaan, belum lama ini Samsung merilis Galaxy A03 Core yang cukup bisa jadi pilihan buat yang ingin "hijrah" dari perangkat ponsel feature alias ponsel konvensional ke perangkat smartphone. Galaxy A03 Core meluncur akhir 2021. Penasaran seperti apa pengalaman menggunakan smartphone murah dengan sistem operasi atau OS Android Go yang ringan ini? Berikut ulasannya.

Desain
Samsung Galaxy A03 Core yang berbobot di angka 211 gram terasa solid. Kokoh sebagai handset murah. Ketebalannya sendiri berada di angka 9,1 mm dengan sudut lengkung bodi kiri dan kanan yang juga masih terasa ramah di tangan. Pada area belakang dibuat dengan sentuhan finishing cat yang dibuat kasar layaknya ada taburan pasir.

Gaya pewarnaan seperti ini sebetulnya punya banyak keuntungan. Misalnya, smartphone jadi tampak taft, solid, tidak mudah tergores karena jatuh, dan tidak mudah kotor kena bekas sidik jari pengguna atau pun minyak dari telapak tangan. Namun, dengan sentuhan warna yang gelap, membuat perangkat ini jadi terkesan murahan. Warnanya mati. Pucat, dan tidak keluar auranya.

Pada bagian belakang juga minim sentuhan. Hanya ada area kamera tunggal plus LED Flash Light, dan identitas logo Samsung di bagian tengah bawah perangkat. Di sisi kanan ada tiga tombol fisik. Masing-masing fungsinya yakni tombol volume'Up-Down', dan tombol pengunci sekaligus tombol power. Pada area kiri, ada slot kartu-kartu buat SIM Card dan memori eksternal.

Pada area muka, Galaxy A03 Core masih tampil dengan gaya layar Infinity-V dengan takik atau notch bergaya tetesan air. Sisanya, ya hanya area layar biasa, layaknya smartphone kebanyakan. Samsung Galaxy A03 Core hadir dengan paket penjualan lengkap (standar ponsel murah).

Dari sisi desain, Samsung Galaxy A03 Core tampil baik. Tergantung pada bagaimana standar smartphone yang diinginkan. Khas ponsel murah, Galaxy A03 Core sudah cukup.

Layar
Jika seri sebelumnya punya layar 5,3 inci dengan bezel tebal, kali ini Samsung Galaxy A03 Core sudah menggunakan standar yang sama dengan seri-seri kakaknya yang lebih mahal. Menggunakan waterdrop notch, dimensinya kini mencapai 6,5 inci, dengan resolusi HD Plus dan bezel cukup tipis di area kanan dan kiri. Omong-omong, layar dari Galaxy A03 Core menggunakan panel berjenis PLS TFT rilisan Samsung yang saturasinya setara dengan IPS.

Layar jenis ini cukup bisa tampil baik di bawah terpaan sinar matahari langsung atau penggunaan luar ruang dalam kondisi cuaca cerah. Bagus, masih bisa diandalkan. Layarnya juga responsif. Masih nyaman juga ketika dibuat ketik-ketik cepat dari keyboard virtual. Pengalamannya juga halus.

Namun, seperti jenis layar ini yang sudah kami coba, jenis panel demikian menurut kami agak pucat. Tampilan visual yang disajikan sedikit kekuningan. Kalau istilah kerennya, warna layarnya terlalu "warm". Tapi tidak jadi masalah, yang penting, kan performanya. Sisanya ya wajar saja, sebagaimana menggunakan smartphone murah.

Performa
Galaxy A03 Core pada dapur pacunya dibekali dengan chipset Unisoc SC9863A octa-core 28 nm. Dengan chipset yang menurut kami pas-pasan, untungnya Galaxy A03 Core dipadankan dengan RAM 2 GB dan memori internal 32 GB yang lumayan cukup buat pengguna smartphone baru ataupun anak-anak.

Game bagaimana? Bisa dinilai apakah perangkat ini bisa main game kekinian dengan grafis berat atau tidak. Kami sendiri ragu. Namun, buat main game yang ringan-ringan seperti Candy Crush, Subway Surfers dan game anak-anak bocah yang tidak terlalu menuntut spek, kami rasa smartphone ini masih bisa.

Photo

Uji benchmark smartphone Samsung Galaxy A03 Core. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Kendati performa chipnya pas-pasan, pengalaman menggunakan smartphone ini sebagai perangkat harian tetap baik. Kenapa? Seperti sudah kami singgung di atas, hal ini bisa terjadi karena handset Galaxy A03 Core hadir sebagai smartphone Android Go.

Android Go sendiri adalah OS versi dasar Android yang lebih ringan. OS ini banyak hadir buat smartphone kelas pemula yang tidak terlalu menuntut spesifikasi. Itu tadi, pengguna baru yang mungkin masih coba-coba ingin punya smartphone. Dan lagi, OS Android Go di Galaxy A03 Core sudah dioptimalkan dengan User Interface (UI) racikan Samsung sendiri yakni One UI. Menggunakan smartphone ini jadi tidak selambat yang kami bayangkan.

Untuk penggunaan ringan seperti aplikasi chatting atau media sosial, tentu sudah cukup memadai. Buat perangkat harian pengguna baru? Sudah cukup.

Kamera dan Baterai
Galaxy A03 Core juga ada kamera utama dan kamera selfie di bagian depan untuk mendokumentasikan berbagai momen pemiliknya. Samsung Galaxy A03 Core dibekali dengan satu sensor kamera pada bodi belakangnya. Resolusinya 8 MP f/2.0, mendukung autofokus dan dilengkapi lampu kilat. Sementara di depan, terdapat kamera 5 MP f/2.2 untuk kebutuhan swafoto.

Mode kameranya pun sangat sederhana, hanya ada foto, video dan pengambilan panorama. Lalu bagaimana dengan hasil fotonya? Well, dengan harga Rp 1 jutaan, Galaxy A03 Core masih tergolong oke. Dynamic range tentu sangat terbatas, dan detail bakal langsung berkurang ketika sumber cahaya tak banyak seperti kondisi pada kondisi pemotretan indoor ataupun kondisi malam hari dengan cahaya redup.

Warna foto yang dihasilkan cenderung hangat, mungkin karena panel layarnya yang TFT. Overall, tak bisa dibilang jelek, saja, tapi juga bukan yang terbaik di kelasnya. Begitu pula dengan perekaman videonya, meski sudah bisa sampai 1080p 30 fps, namun tentu belum dilengkapi dengan banyak fitur penunjang.

Kamera smartphone Samsung Galaxy A03 Core. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Kamera smartphone Samsung Galaxy A03 Core. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Meski kameranya biasa saja, Galaxy A03 Core unggul di sektor baterai. Dengan 5,000 mAh, smartphone ini sangat bisa diandalkan untuk pemakaian satu hari penuh.

Saat kami jajal dengan simulasi aplikasi benchmark baterai, Galaxy A03 Core mampu menembus waktu penggunaan 17 jam 30 menit nonstop tanpa henti. Capaian tersebut menurut kami cukup membanggakan di tengah banyak kekurangan pada smartphone ini.

Ya, minimal ada yang bisa dijagokan dari Galaxy A03 Core. Pada sisi baterai, dengan daya tahan lebih, hal ini tentu pas buat pengguna baru yang biasanya menggunakan feature phone atau ponsel konvensional yang pada sisi baterai sanggup bertahan berhari-hari tanpa dicas. Minimal, saat digunakan oleh pengguna dengan habbit "feature phone" yang masih tertinggal, Samsung Galaxy A03 Core tidak merepotkan lantaran tidak terlalu rewel minta dicas.

Kesimpulan
Galaxy A03 Core memang lebih cocok buat pengguna baru, atau anak sekolah yang butuh perangkat sederhana saat melakukan Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ karena pandemi Covid-19. Dengan budget Rp 1,2 juta, Samsung Galaxy A03 Core cukup bisa jadi salah satu bahkan opsi yang terbaik untuk saat ini. Desainnya nggak jelek-jelek amat, layar juga lega, baterai awet dan performa yang cukup. Sekali lagi, cukup.

Dengan tambahan One UI yang mudah digunakan, dan Android 11 Go Edition, Samsung Galaxy A03 Core masih laik dimiliki. Selain itu, benefit lain dari memiliki smartphone Samsung, tentu saja mudah didapat di mana saja di banyak pasar baik secara daring dan luring, plus pusat perbaikan yang tersebar banyak di seluruh Indonesia.

Berikut hasil kamera Samsung Galaxy A03 Core dalam berbagai skenario penggunaan:

 

Photo



Photo



Photo



Foto-foto: Rian Alfianto/JawaPos.com

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore