
Lucinta Luna kembali lapor polisi karena merasa di-bully di media sosial.
JawaPos.com - Lucinta Luna tak bisa lagi menyembunyikan identitas aslinya, Muhammad Fatah. Pasalnya, dia sendiri mendatangi Polda Metro Jaya dan membuat laporan dengan mencantumkan nama Muhammad Fatah alias Lucinta Luna. Padahal, sebelumnya, dia mati-matian membantah identitasnya sebagai Muhammad Fatah.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. Laporan atas nama Muhammad Fatah alias Lucinta Luna.
"Iya betul, laporannya kemarin, pakai paspor atas nama Muhammad Fatah alias Lucinta Luna," kata Argo saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (8/6).
Penyanyi dangdut Lucinta Luna memang sempat di-bully warganet di media sosial karena dalam sebuah video salah sebut kota Manokwari menjadi Nonokwari. Merasa tidak terima dengan bully-an itu, Lucinta Luna melaporkan akun Instagram yang pertama kali mengunggah konten itu.
Menurut Argo, laporan dilakukan oleh personel Duo Bunga atau pihak yang mewakilinya pada Kamis (7/6) malam. Dalam laporannya, Lucinta menjelaskan bahwa akun Instagram @anti.halu yang mengunggah video dirinya saat tengah live IG. Video itu memuat percakapan Lucinta dengan temannya ketika salah menyebut Manokwari menjadi 'Nonokwari'.
Menurut Lucinta, merujuk pada berkas laporannya ke polisi, gara-gara akun Instagram tersebut akhirnya dia di-bully dan diprotes warga Papua. Padahal, dia mengaku tidak bermaksud melecehkan warga Papua dengan perkataannya itu.
"Menurut pelapor dia tidak bermaksud mengatakan hal demikian, sehingga yang bersangkutan ini merasa dirugikan," lanjut Argo.
Aduan Lucinta tertuang dalam laporan polisi bernomor LP/3097/VI/2018/PMJ/Dit. Reskrimsus tanggal 7 Juni 2018. Dalam laporan tersebut, Lucinta mengadukan terlapor dengan Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 28 ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
