JawaPos Radar

Siswa Peraih Nilai UNBK Tertinggi Jambi

Tinggal di Asrama, Belum Tamat Sudah Diterima di ITB

11/05/2018, 07:03 WIB | Editor: Mochamad Nur
Tinggal di Asrama, Belum Tamat Sudah Diterima di ITB
Hendy Pradana Bayu Saputra, siswa MAN Insan Cendekia, Muaro Jambi. (Jambi Ekspres/JPG)
Share this image

NILAI Ujian Nasional sudah resmi diumumkan oleh Diknas Provinsi Jambi pada 3 Mei lalu. Hasilnya, tiga siswa ini berhasil meraih nilai tertinggi di jenjang sekolah masing-masing se Provinsi Jambi. Mereka adalah Hendy Pradana (MAN Insan Cendekia), Hadim Aerasda (SMA Titian Teras Jambi) dan Riadi (SMK Unggul Sakti). Bagaimana kisah mereka?

ANDRI BRILLIANT AVOLDA, Jambi

Salah satu siswa yang layak mendapatkan acungan jempol adalah Hendy Pradana Bayu Saputra, siswa MAN Insan Cendekia, Muaro Jambi. Ia menjadi siswa peraih nilai tertinggi Ujian Nasional Berbasis Kompetensi (UNBK) untuk jenjang Madrasah Aliyah (MA) se Provinsi Jambi.

Saat ditemui Jamb Ekspres (Jawa Pos Group) menyambangi Hendy di sekolahannya di Jalan Lintas Jambi-Muara Bulian, Pijoan, Jambi Luar Kota, Jumat pekan lalu, Hendy sedang mengikuti gladi resik perpisahan di MAN Insan Cendekia.

Dengan ramah, Hendy menyambut kedatangan koran ini. Ia begitu luwes dalam bertutur, kendati logatnya sama sekali bukan logat Jambi.

Hendy ternyata bukanlah warga Jambi. Ia terlahir di Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan 29 November 2000. Uniknya, Hendy juga bukan asli Tanah Laut, ia justru campuran dari bapak asal Kendari, Sulawesi Tenggara dan ibu asal Jawa Timur dan menetap di Tangerang Selatan. Wajar saja, logat dan dialek Jakartanya begitu kental.

Kendati hidup sendiri di Jambi, namun itu sama sekali tak memupuskan semangatnya untuk berprestasi di daerah orang. Itulah motivasi yang dibawa Hendy kala mendapati kenyataan harus bersekolah di MAN Insan Cendekia Jambi. Hal itu justru memacu semangatnya untuk mendulang prestasi belajarnya meraihnilai terbaik saat ujian kelulusan.

Lantas, kenapa mau bersekolah di Jambi? Hendy mengatakan, ia memutuskan bersekolah di Jambi karena tergiur dengan nama besar MAN Insan Cendekia yang notabene sekolah nasional.
"Saat itu test di Serang, Banten, secara nasional dan ternyata jebol di Jambi," ujarnya.

Fase adaptasi yang tak mulus pun diakui pemuda murah senyum ini. Ia harus bisa menyesuaikan dengan lingkungan yang baru. "Kaget karena terbiasa hidup dengan keluarga ," ujarnya.

Namun kegundahan itu lama kelamaan lenyap dengan sendirinya. Ia akhirnya terbiasa dan menikmati asrama sebagai rumah barunya di Jambi. "Untungnya ada Masa Orientasi Sekolah (MOS) yang makin mengakrabkan dengan teman yang belum saya kenal," ucapnya.

Kelancaran adaptasi ini berbanding pula dengan prestasinya. Tercatat dia sering memenangi beberapa olimpiade tingkat SLTA. "Hendy pernah dapat juara 2 di kompetisi Matematika Unja dan UIN," sampainya.

Hal ini tercermin dari nilai UNBK Matematikanya yang mendekati sempurna. Yakni 97,50.Hingga puncaknya anak pertama dari tiga bersaudara ini meraih predikat sebagai nilai tertinggi UNBK tingkat MA se Provinsi Jambi, dengan total nilai 365,50. "Alhamdulillah, ini gara-gara belajar keras di SMP dan belajar malam di MAN," ungkapnya.

Ia berterima kasih kepada kedua orang tuanya yang memberikan semangat saat menempuh pendidikan di Jambi. "Saya berikan rasa bangga ini kepada ayah, ibu , keluarga dan agama," katanya.

Tak mau berpuas diri, Hendy pun kembali menyampaikan kabar gembira lain. Saat ini dia pun telah lulus dalam SNMPTN dan diterima sebagai calon mahasiswa di Fakultas Teknik, Institut Tekhnologi Bandung (ITB).  "Alamdulillah, kemarin lulus di ITB," tuturnya.

Ia mendoakan kepada seluruh temannya juga bisa meraih sukses. "Semoga semua teman-teman sukses, takkan terlupakan masa-masa di sekolah ini," tandasnya seraya kembali melanjutkan gladi resik perpisahannya.

(nas/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up