Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 Mei 2018 | 13.15 WIB

Cerita Satpolair Polres Kepulauan Seribu, Penjaga Perbatasan Ibu Kota

Kasat Polair Polres Kepulauan Seribu AKP Zaroki (kanan depan) bersama jajarannya berfoto usai menggelar kegiatan patroli rutin sambil membersihkan sampah di batas wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa (1/5). - Image

Kasat Polair Polres Kepulauan Seribu AKP Zaroki (kanan depan) bersama jajarannya berfoto usai menggelar kegiatan patroli rutin sambil membersihkan sampah di batas wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa (1/5).

Kapal berjenis landing craft tank (LCT) milik tim Satpolair Polres Kepulauan Seribu dengan tangguh menyusuri lautan Kepulauan Seribu. Konsentrasi terhadap penjagaan wilayah perairan menjadi fokus utama mereka. Spiker handy talkie (HT) tidak berhenti berkicau di ruang komando kapal untuk mengabarkan kondisi pantauan petugas di wilayah lain.


----


WARTAWAN Jawa Pos mengikuti Satpolair Polres Kepulauan Seribu untuk melaksanakan program pengamanan wilayah perbatasan dengan memeriksa kapal yang lewat dan operasi sampah di perairan. Kapal berangkat dari Dermaga 1 Ancol, Jakarta Utara. Kasatpolair Polres Kepulauan Seribu AKP Zaroki Saputra menuturkan, pihaknya bersama Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Viktor Siagian berfokus pada keamanan perairan. ’’Pantauan masalah narkoba, kapal yang mencurigakan, hingga sampah adalah musuh kami,’’ ujarnya kemarin (1/5).


Karena itu, lanjut Zaroki, pihaknya setiap pekan berpatroli di wilayah perairan. Sejak November 2017, anggotanya mengambil peran melalui operasi sampah di perairan. Ketika aparat kepolisian di darat disibukkan Operasi Patuh Jaya 2018, jajaran anggota satpolair berbeda. Mereka setiap Sabtu melakukan razia sampah.


’’Nah, kalau Senin–Jumat, ada dari Dinas Kebersihan Pemprov DKI kan. Lalu, kami ambil bagian di Sabtu. Pukul 07.00–14.00, kami susuri wilayah kepulauan. Kalau pantauan kepulauan, setiap hari anggota wara-wiri,’’ terangnya. Dia menuturkan, program pembersihan sampah di wilayah perairan Kepulauan Seribu dicetuskan Kapolres. ’’Di November 2017 itu, Kapolres sempat ada satu tugas. Lalu, di tengah-tengah perjalanan, belum jauh dari Dermaga 1 Ancol, kapal dimundurkan anggota. Kapolres menanyakan kenapa? Anggota bilang, ada sampah. Salah satunya, bambu,’’ jelas Zaroki.


Alhasil, Kapolres geram dan meminta anggota satpolair membersihkan sampah setiap pekan. ’’Itung-itung bersinergi dengan pemprov juga,’’ ujarnya. Jenis sampah yang ditemukan petugas beragam. Mulai sampah rumah tangga hingga bambu. ’’Panjang banget. Ada sekitar 2 meter. Itu kan bahaya buat kapal berjenis fiber. Kalau kena kapal fiber, pasti kapal bakal tenggelam,’’ tuturnya.


Nah, ketika kapal yang ditumpangi Jawa Pos bersama anggota satpolair bergerak menjauhi dermaga hingga dekat dengan Pulau Bidadari, tampak sampah yang mengapung. Apa yang disampaikan Zaroki terbukti. Bambu dengan ukuran sekitar 3 meter terlihat mengapung. Pengambilan sampah di perairan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Lima anak buah kapal dari anggota satpolair dikerahkan untuk mengangkut sampah di perairan, lalu memindahkannya ke kantong sampah di kapal.


’’Dalam sebulan, sampah yang terjaring mencapai 1,2 ton. Dengan hitungan setiap Sabtu, anggota mengangkut sampah sekitar 3 kuintal. Bayangkan jika anggota membantu razia sampah di perairan setiap hari. Sampah yang didapat bisa berjumlah 9 ton,’’ terangnya. 


Setelah mengangkut sampah di Pulau Bidadari, kapal kembali melesat menembus ombak. Kapal bergerak menuju Pulau Onrust. Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Viktor Siagian menyebutkan, satpolair juga bertugas mengecek kondisi setiap pulau. Itu wajib. ’’Termasuk mengedukasi wisatawan yang berkunjung di satu pulau. Misalnya, yang sedang bermain di pantai. Kami peringatkan terkait batas kedalaman,’’ ungkapnya.


Ketika dirasa cukup memantau kondisi Pulau Onrust Besar, tim kembali menyusuri sampah di sekitar pulau tersebut. Tidak jauh dari Pulau Onrust Besar, tim bertemu dengan sebuah kapal yang bertulisan Paus Biru 2. Tim satpolair mendekati kapal itu.


Viktor menyebutkan, tim wajib menanyakan kelengkapan dokumen hingga mengecek apa yang dibawa anak buah kapal (ABK). Dia khawatir kapal tersebut membawa narkoba. ’’Harus jeli juga terkait perizinan kapal. Jangan sampai lolos jika ada kapal yang mencurigakan,’’ katanya.


Petugas langsung mengecek jumlah ABK, dokumen kapal berupa surat perjalanan hingga perizinan, dan barang yang dibawa. Tim membuka desk bawah kapal. ’’Aman,’’ ujar Zaroki setelah mengecek bagian bawah kapal.


Pukul 13.54, kapal kembali bergerak ke Dermaga 1 Ancol. Sebelum kembali ke dermaga, kapal satpolair merapat ke KM Bersih Laut milik Dinas Kebersihan DKI di Muara Angke, Jakarta Utara. Di sebuah kapal cokelat yang berukuran sekitar 8 meter, petugas satpolair menyerahkan sampah yang ditemukan di perairan kepada tim dinas kebersihan. (sam/co3/gum)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore