Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 28 April 2018 | 16.47 WIB

Pendaftaran Ditutup, Jumlah Peserta SBMPTN Mendekati 1 Juta

Ilustrasi: Pendaftaran SBMPTN 2018 resmi ditutup. - Image

Ilustrasi: Pendaftaran SBMPTN 2018 resmi ditutup.

JawaPos.com - Pelajar yang tidak lulus di Seleksi Mahasiswa Nasional Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2018 mengejar peluang kedua untuk bisa melanjutkan studi di perguruan tinggi idamannya. Yakni, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018. Pada pendaftaran ini, panitia pusat SBMTN 2018 telah menerima jumlah peserta yang akan mengikuti seleksi.


Hingga tadi malam (27/4), panitia menutup pendaftaran sesuai jadwal, yakni 27 April pukul 22.00 WIB. Ada peningkatan pendaftar yang signifikan berdasar data yang masuk hingga kemarin sore.


Ketua Umum Panitia Pusat SBMPTN 2018 Ravik Karsidi mengatakan, hingga kemarin sore pukul 17.49, total pendaftar SBM PTN mencapai 844.474 orang. "Sampai hari ini (kemarin, Red) jumlah pendaftar SBM PTN sudah melebihi jumlah pendaftar tahun lalu," katanya.


Rektor UNS Solo tersebut mengatakan, jumlah pendaftar yang lebih dari 844 ribu orang itu berpotensi terus bertambah. Sebab, pendaftaran baru benar-benar ditutup tadi malam pukul 22.00. Dia mengatakan, sisa waktu pendaftaran tersebut benar-benar dimaksimalkan masyarakat.


Data panitia SBM PTN menyebutkan, pelamar tahun lalu berjumlah 797.728 orang. Dengan demikian, ada kenaikan 46.746 pendaftar. Tahun lalu dari 797 ribuan pelamar, peserta yang dinyatakan lulus SBMPTN berjumlah 148.066 orang. Untuk tahun ini, panitia belum melansir kuota kelulusan SBMPTN. Meski begitu, jumlah siswa yang dinyatakan lulus tahun ini tidak berbeda signifikan daripada tahun lalu.


Ravik mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat pendaftar SBMPTN tahun ini meningkat. Di antaranya, sosialisasi pendaftaran oleh panitia pusat maupun panitia lokal (panlok) lebih banyak dan persiapannya lebih matang. "Juga jumlah lulusan sekolah menengah (tahun ini, Red) lebih banyak," jelasnya.


Ravik juga mengomentari potensi gangguan pelaksanaan ujian tulis berbasis komputer (UTBK) SBMPTN untuk wilayah Papua dan Papua Barat. Potensi gangguan tersebut muncul karena putusnya kabel laut milik Telkom di perairan Sarmi, Papua. Putusnya kabel Telkom itu bisa mengganggu jaringan internet untuk UTBK. 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore