
Pipa minyak Pertamina yang putus di Teluk Balikpapan.
JawaPos.com - PT Pertamina terus berupaya membantu pihak kepolisian dalam investigasi kasus tumpahan minyak di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur. Total panjang pipa yang diangkat saat ini mencapai 49 meter. Sebelumnya, Pertamina mengangkat dua potongan pipa yang putus diduga akibat faktor eksternal.
"Salah satu upaya yang dilakukan Pertamina dengan melakukan pengangkatan potongan pipa untuk pemeriksaan polisi. Kondisi terakhir pipa sangat baik dan diinspeksi secara berkala. Terakhir kali visual inspection tanggal 10 Desember 2017 oleh diver untuk cek kondisi eksternal pipa, cathodic protection dan spot thickness," ujar Region Manager Communication & CSR Kalimantan, Yudi Nugraha dalam keterangannya, Selasa (25/4).
Dia menjelaskan, inspeksi untuk sertifikasi terakhir dilakukan 25 Oktober 2016. Sertifikat kelayakan penggunaan peralatan yang dikeluarkan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi masih berlaku hingga 26 Oktober 2019.
"Sertifikasi dilakukan 3 tahun sekali sesuai SKPP (sertifikat kelayakan penggunaan peralatan) Migas," katanya.
Menurutnya, pengangkatan potongan pipa sempat terhalang karena faktor cuaca dan teknis. Pipa pertama dengan cutting point E3 memiliki ukuran 7 meter serta berat 3,5 ton berhasil diangkat pada Kamis, 19 April 2018. Lalu, pada Jumat, 20 April pipa kedua dengan cutting point B3 (line D-B3) serta ukuran 18 meter serta berat 9 ton berhasil diangkat.
"Dan terakhir pipa ketiga 24 meter dengan berat 12 ton terakhir berada di cutting point A3 (line B3-A3) terangkat pada Minggu, 21 April," jelasnya.
Pipa Pertamina yang putus ini memiliki ketebalan pipa 12.7 mm terbuat dari bahan pipa Carbon steel pipe API 5L Grade X42. Kekuatan pipa terhadap tekanan diukur dari safe Maximum Allowable Operating Pressure (MAOP),1061.42 Psig, sementara, operating pressure yang terjadi pada pipa hanya mencapai 170.67 Psig.
Sebelumnya, Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro mengatakan, Pertamina menjadi korban karena peristiwa patahnya pipa di Teluk Balikpapan. Hal ini setelah Pushidrosal melakukan pencitraan dasar laut di lokasi, tak lama sesudah kejadian.
"Tidak mungkin pipa patah begitu saja. Kalau melihat hasil patahan pipa dan bekas garukan, pasti ada benda keras yang menyebabkan. Asumsi kami, benda keras itu adalah jangkar. Dengan demikian, Pertamina hanya sebagai korban, apalagi pipa yang patah itu telah dilaporkan dan sudah tergambar pada peta," kata Harjo.
Selain menunggu investigasi atas penyebab eksternal atas patahnya pipa tersebut untuk kepentingan hukum, Pertamina juga menantikan hasil uji laboratorium atas kualitas air Teluk Balikpapan yang sedang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
