Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 April 2018 | 19.38 WIB

Mendikbud Pantau UNBK SMP di Papua, Peserta Dikawal Aparat TNI

Mendikbud Muhadjir Effendy memantau pelaksanaan UNBK SMP pada hari pertama di Mimika, Papua. - Image

Mendikbud Muhadjir Effendy memantau pelaksanaan UNBK SMP pada hari pertama di Mimika, Papua.

JawaPos.com – Hari pertama Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP/MTs yang berlangsung Senin (23/4), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy melakukan pemantauan langsung ke Kabupaten Mimika, Papua. Pantauan yang dilakukan mendikbud di sejumlah sekolah daerah tersebut. Dari tiga sekolah yang dikunjungi, hanya satu sekolah menggelar UNBK. Yakni, SMP Negeri Sentra Pendidikan.


Sementara dua sekolah lainnya yaitu SMP Negeri 3 Mimika dan SMP YPPK St Bernadus masih menerapkan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP).


Dikutip dari Radartimikaonline.com (Jawa Pos Group), Muhadjir mengklaim UN di sana berjalan lancar. Dikatakannya, meski jaringan internet sempat terganggu, namun proses UNBK dapat dikatakan berjalan normal.


Menurut mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu, gangguan server UNBK yang terjadi di beberapa daerah merupakan hal biasa. “UNBK bisa diulangi,” kata Muhadjir di Mimika, Senin (23/4).


Meski demikian, Muhadjir belum memerinci seperti apa pengulangan UNBK yang bisa dilaksanakan para siswa.


Dari sejumlah kendala dalam UNBK SMP saat ini, Muhajir lebih memberi perhatian terhadap di UN di Mimika. Di sana siswa harus mendapatkan pengamanan yang ekstra, sehingga Dinas Pendidikan Mimika melibatkan TNI untuk menjemput dan mengantar siswa.


Pasalnya Mimika menjadi salah satu daerah rawan konflik dari Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB). Untuk itu proses pelaksanaan UNBK harus disertai dengan penjagaan ketat.


Apalagi pekan lalu belasan guru yang diperbantukan mengajar di Mimika Aroanop, Mimika baru saja menjadi korban penyanderaan oleh pemberontak dari KKSB. Bahkan kelompok separatis itu tidak segan memperkosan guru perempuan secara bergiliran. Sedangkan guru pria disiksa. Harta benda mereka dirampas, seperti laptop dan ponselnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore