
Mantan dokter RS Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo, dalam persidangan kemarin.
JawaPos.com - Setya Novanto tak hadir dalam sidang dengan terdakwa Dokter Bimanesh Sutarjo, pada hari ini, Jumat (20/4). Namun, terdakwa kasus tindak pidana korupsi proyek e-KTP itu mengirimkan sepucuk surat kepada majelis hakim Pengadilan Tipikor.
Dalam suratnya, mantan Ketua DPR itu beralasan tengah menyiapkan jawaban untuk menghadapi sidang putusannya pekan depan.
"Mohon maaf saya tidak bisa hadir di dalam persidangan karena mempersiapkan duplik menghadapi keputusan saya, pada sidang 24 April 2018," tulis Novanto saat suratnya dibacakan Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Takdir Subhan di Pengadilan Tipikor, Jumat (20/4).
Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu lantas memohon kepada majelis hakim agar sidang ditunda usai pembacaan putusan terhadap dirinya, pekan depan. "Mohon dapat ditunda minggu depan setelah tanggal 24 April 2018," katanya.
Lantaran ketidakhadiran Novanto dalam persidangan dengan terdakwa dokter Bimanesh hari ini, maka Hakim Ketua Pengadilan Negeri Tipikor Mahfuddin pun memutuskan untuk menunda persidangan hingga pekan depan. "Jadi, dijadwalkan pemeriksaan saksi Setya Novanto kita tunda hari Jumat tanggal 27 (April)," katanya.
Dalam perkara ini, dokter Bimanesh didakwa telah melakukan rekayasa agar Novanto dirawat inap di RS Medika Permata Hijau, untuk menghindari pemeriksaan penyidik KPK saat menjadi tersangka kasus e-KTP. Dokter Bimanesh diduga telah melakukan rekayasa kesehatan Novanto bersama dengan pengacaranya waktu itu, Fredrich Yunadi.
Bimanesh diduga melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
