
TIDAK DISEGEL: Kantor Abu Tours di Palembang terlihat sepi dan tidak disegel, Senin (2/4).
JawaPos.com - Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel terus melakukan pemeriksaan terhadap petinggi Abu Tours cabang Palembang di Makasar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (2/4).
Dalam pemeriksaan tersebut, tim penyidik menemukan indikasi keikutsertaan pimpinan Abu Tours cabang Palembang yakni Ridwan dan istrinya Yuli terkait dugaan penipuan terhadap para jamaah umrah.
"Bisa dikatakan mereka ini ikut serta dalam penipuan," ujar Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Kapolda Sumsel, saat ditemui di Mapolda Sumsel, Senin (2/4).
Kendati demikian, pihaknya belum dapat menetapkan status keduanya sebagai tersangka. Lantaran, menginduk kepada perusahaan pusatnya yakni di Makassar, pemeriksaan dilakukan pihak Polda Sulsel.
Sejauh ini, tim penyidik terus berkoordinasi untuk menentukan sejauh mana keterlibatan pimpinan Abu Tours cabang Palembang dengan pimpinan Abu Tours pusat di Makassar.
"Kami tidak bisa membawanya ke Sumsel karena kontruksi hukumnya memang seperti itu menginduk ke Makassar," terangnya.
Indikasi keterlibatan keduanya, yakni petinggi Abu Tours Palembang, lantaran uang jamaah yang dikumpulkan dari jamaah umrah justru dipergunakan untuk menyewa gedung kantor. Padahal uang tersebut semestinya dipergunakan untuk para jamaah.
"Nantinya, jika kasus ini sudah di Mabes maka uang ini tentunya akan menjadi barang bukti untuk penetapan sebagai tersangka," tutupnya.
Sementara itu, Wakil Dirkrimum Polda Sumsel, AKBP Azis Andryansyah menambahkan saat ini pihaknya sengaja tidak menutup operasional atau menyegel kantor Abu Tours. Hal ini untuk mengurangi potensi terjadinya kerugian lebih banyak.
"Kalau operasionalnya ditutup bisa-bisa yang seharusnya bisa berangkat justru tidak dapat berangkat," katanya.
Sejauh ini, pihaknya belum menetapkan tersangka terhadap pimpinan Abu Tours cabang Palembang. Status keduanya, yakni Ridwan dan Yuli masih berstatus sebagai saksi.
"Saat ini tim masih berada di Makasar untuk melengkapi administrasi sehingga tidak harus bolak balik ke Palembang," ujarnya.
Disinggung soal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Azis mengaku nantinya akan diperiksa pihak Polda Sulsel mengingat Abu Tours berpusat di Makasar sedangkan yang lainnya hanya sebagai cabang.
"Jika memang di Makassar terbukti maka akan dilakukan penyitaan aset di seluruh Indonesia," tutupnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
