Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 April 2018 | 03.13 WIB

Petinggi Abu Tours Palembang Terindikasi Ikut Serta Penipuan

TIDAK DISEGEL: Kantor Abu Tours di Palembang terlihat sepi dan tidak disegel, Senin (2/4). - Image

TIDAK DISEGEL: Kantor Abu Tours di Palembang terlihat sepi dan tidak disegel, Senin (2/4).

JawaPos.com - Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel terus melakukan pemeriksaan terhadap petinggi Abu Tours cabang Palembang di Makasar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (2/4).


Dalam pemeriksaan tersebut, tim penyidik menemukan indikasi keikutsertaan pimpinan Abu Tours cabang Palembang yakni Ridwan dan istrinya Yuli terkait dugaan penipuan terhadap para jamaah umrah.


"Bisa dikatakan mereka ini ikut serta dalam penipuan," ujar Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Kapolda Sumsel, saat ditemui di Mapolda Sumsel, Senin (2/4).


Kendati demikian, pihaknya belum dapat menetapkan status keduanya sebagai tersangka. Lantaran, menginduk kepada perusahaan pusatnya yakni di Makassar, pemeriksaan dilakukan pihak Polda Sulsel.


Sejauh ini, tim penyidik terus berkoordinasi untuk menentukan sejauh mana keterlibatan pimpinan Abu Tours cabang Palembang dengan pimpinan Abu Tours pusat di Makassar.


"Kami tidak bisa membawanya ke Sumsel karena kontruksi hukumnya memang seperti itu menginduk ke Makassar," terangnya.


Indikasi keterlibatan keduanya, yakni petinggi Abu Tours Palembang, lantaran uang jamaah yang dikumpulkan dari jamaah umrah justru dipergunakan untuk menyewa gedung kantor. Padahal uang tersebut semestinya dipergunakan untuk para jamaah.


"Nantinya, jika kasus ini sudah di Mabes maka uang ini tentunya akan menjadi barang bukti untuk penetapan sebagai tersangka," tutupnya.


Sementara itu, Wakil Dirkrimum Polda Sumsel, AKBP Azis Andryansyah menambahkan saat ini pihaknya sengaja tidak menutup operasional atau menyegel kantor Abu Tours. Hal ini untuk mengurangi potensi terjadinya kerugian lebih banyak.


"Kalau operasionalnya ditutup bisa-bisa yang seharusnya bisa berangkat justru tidak dapat berangkat," katanya.


Sejauh ini, pihaknya belum menetapkan tersangka terhadap pimpinan Abu Tours cabang Palembang. Status keduanya, yakni Ridwan dan Yuli masih berstatus sebagai saksi.


"Saat ini tim masih berada di Makasar untuk melengkapi administrasi sehingga tidak harus bolak balik ke Palembang," ujarnya.


Disinggung soal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Azis mengaku nantinya akan diperiksa pihak Polda Sulsel mengingat Abu Tours berpusat di Makasar sedangkan yang lainnya hanya sebagai cabang.


"Jika memang di Makassar terbukti maka akan dilakukan penyitaan aset di seluruh Indonesia," tutupnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore