
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) bersama Wakil Ketua DPR-RI Fadli Zon, di acara International Woman
JawaPos.com – Indonesia termasuk dalam kelompok negara yang memiliki undang-undang dan mampu menjaga disiplin Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini dibuktikan dengan peringkat investasi yang diberikan oleh lima lembaga pemeringkat dunia (S&P, Moodys, Fitch, JCR, dan R&I).
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, disiplin fiskal tersebut bukan berarti harus membuat Indonesia takut dan panik terhadap instrumen utang.
“Atau bahkan menjadi alergi terhadap instrumen utang. Kita harus tetap menjaga instrumen tersebut sebagai salah satu pilihan kebijakan dalam mencapai tujuan pembangunan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/3).
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menuturkan, utang bukan satu-satunya instrumen kebijakan yang dapat diandalkan. Ada instrumen lain yang sangat penting seperti pajak dan cukai serta penerimaan bukan pajak.
Ada pula instrumen belanja dan alokasinya, kebijakan perdagangan dan investasi, kebijakan ketenagakerjaan, kebijakan pendidikan dan kesehatan, serta kebijakan desentralisasi dan transfer ke daerah.
“Semua instrumen kebijakan tersebut sama pentingnya dalam pencapaian tujuan pembangunan, mempengaruhi kesejahteraan masyarakat dan menciptakan keadilan. Semua kebijakan ini juga harus sama-sama bekerja secara efektif dan keras untuk mencapai tujuan nasional,” tuturnya.
Oleh karena itu, pemerintah saat ini terus berupaya dalam mendorong reformasi perpajakan. Apalagi, tahun ini target penerimaan pajak 2018 dipatok sebesar Rp 1.424 triliun atau tumbuh 20 persen dibanding realisasi penerimaan pajak 2017 yang sebesar Rp 1.147 triliun.
“Pemerintah sadar bahwa pajak merupakan tulang punggung negara,” katanya.
Di samping itu, pemerintah juga serius dalam memperbaiki iklim investasi, agar investasi dan daya kompetisi ekonomi serta ekspor Indonesia meningkat.
“Hasilnya skor kemudahan investasi kita sudah semakin baik dan Indonesia menjadi tempat investasi paling menarik di dunia,” jelas dia.
Meski demikian, kebijakan perdagangan yang cukup proteksionis dari Amerika Serikat harus diwaspadai. Rencana The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan lebih dari tiga kali pada tahun ini juga perlu diantisipasi karena dapat menimbulkan gejolak.
“Semua kondisi ini dipertimbangkan secara matang dan hati-hati agar perekonomian Indonesia tetap dapat bertahan tumbuh tinggi, kemiskinan menurun dan kesenjangan menurun dan kualitas sumber daya manusia dan infrastruktur kita makin membaik,” pungkasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
