Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Maret 2018 | 08.04 WIB

Ini yang OSO Lakukan Saat Sidak Ruang Kerja Para Senator di DPD

Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO) saat melakukan sidak ke ruang anggota DPD asal Sulut. - Image

Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO) saat melakukan sidak ke ruang anggota DPD asal Sulut.


JawaPos.com - Tak seperti biasanya, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO), tiba-tiba datang menyambangi ruangan kerja anggotanya. Tak hanya ruang kerja Senator, ruang kerja Sekjen dan staf juga  satu persatu dimasuki.


Kunjungan OSO tersebut memang tak disangka-sangka dan memang mendadak. Namun, beberapa anggota DPD, mengaku tak merasa risih ketika ruangan kerjanya jadi sasaran sidak ketuanya.


Benny Rhamdani misalnya, Anggota DPD asal Sulawesi Utara (Sulut) itu mengaku senang, saat OSO memeriksa dan mengunjungi ruang kerjanya itu. Karena menurutnya sidak tersebut bagian dari perhatian seorang pemimpin yang peduli dengan anggotanya.


"Luar biasa, beliau sosok yang benar-benar peduli dan punya leadership sangat tinggi. Jarang lo seorang pemimpin mau menemui anggotanya ke ruangan. Ini bukan hanya saya, tapi tadi pak ketua DPD juga keliling ke ruangan anggota dan pegawai Kesekjenan," ujarnya.


Sementara itu, OSO yang tiba di ruang kerja Berani, langsung menuju kursi tempat Benny Rhamdani bekerja. Pandangan mata OSO langsung tertuju ke sejumlah foto yang dipajang Benny di ruang kerjanya. "Eh Ada Pak Moeldoko, luar biasa," ujar Oso sambil tersenyum.


Benny Rhamdani memang hoby memajang foto para tokoh-tokoh politik dan tokoh inspirator baik dari dalam maupun luar negeri. OSO pun tampak senang melihat isi ruang kerja Benny Rhamdani tersebut.


"Penuh inspirasi nih, luar biasa," tandasnya.


Menjabat sebagai Ketua DPD RI sekaligus Wakil Ketua MPR, tak lantas membuat Oesman Sapta Odang jumawa. Ketua Umum DPP Hanura ini juga, mengaku selalu ingat dengan sejarah masa kecilnya sebagai anak kampung yang serba sulit.


"Saya hanya anak kampung, tapi punya komitmen pada bangsa," ujar OSO.


Ia pun sering mengungkapkan, bahwa OSO kecil bukanlah siapa-siapa. Bahkan iapun sempat berjuang keras hingga mencapai kesuksesan.


"Umur delapan tahun bapak saya meninggal. Sampai umur 13 tahun, ibu saya tidak mampu menyekolahkan saya. Karena saya sekolahnya mahal," kata Oso mengawali kisah kecilnya.


"Jangan sekali-kali mundur dan berjiwa kecil dalam menghadapi kehidupan. Jangan pernah mundur apalagi diracuni dengan intervensi asing," pungkasnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore