
Penulis Buku Dee Lestari saat louching buku
JawaPos.com - Penulis novel, Dee Lestari baru saja merilis novel ke-12 nya berjudul Aroma Karsa. Novel bergenre fiksi ilmiah dengan unsur petualangan, misteri, dan asmara tersebut mengangkat aroma dan penciuman sebagai tema utama.
Mengambil latar empat tempat berbeda, yakni Bantar Gebang, Sentul, Grasse-Prancis, dan Gunung Lawu, Dee Lestari mengaku mengabdikan dirinya untuk riset dan menulisnya selama 9 bulan.
"Banyak yang bilang ini kan cerita fiksi, ngapain sampai riset segitunya. Tapi saya percaya ungkapan fiksi yang baik ketika dibaca akan seperti nonfiksi. Sementara nonfiksi yang baik saat dibaca akan seperti fiksi. Artinya meleburkan fiksi dan fakta ini menjadi salah satu formula yang bisa membuat efek yang kuat untuk pembaca," ungkap Dee usai launching novel Aroma Karsa di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (14/3).
Bahkan, kakak dari Arina Mocca tersebut justru mengaku bangga jika para pembaca bertanya-tanya mengenai kebenaran dari keberadaan Puspa Karsa, yang dikisahkan adalah bunga sakti. Bunga ini konon mampu mengendalikan kehendak.
"Ketika mereka (pembaca) bertanya-tanya ini (Puspa Karsa) beneran ada atau nggak, bagi saya itu sebuah keberhasilan. Artinya, dunia fiksi saya berhasil menyeberangi batas fiktif dalam benak pembaca. Seninya itu bagaimana menjahit fakta dalam fiksi," imbuhnya.
Dalam menjahit fakta-fakta ilmiah menjadi fiksi, selama 9 bulan tersebut Dee melakukan berbagai riset soal bau seperti meracik parfum di Nose Who Knows di Singapura, afiliasi dari Cinquieme Sens Prancis, dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang. Hingga ke Gunung Lawu untuk riset jalur tengah dan mistis, serta memperkaya materi soal Majapahit, dan lainnya.
Terinspirasi dari cerita yang ditulis sebelumnya, Madre, pemilik nama asli Dewi Lestari ini pun tertantang untuk menulis hal yang belum pernah dia dalami sebelumnya. Termasuk, bermain dengan indra penciuman.
"Saya mulai menyadari kekuatan aroma dalam fiksi ketika saya menulis Madre, mungkin karena Madre itu tentang roti, dan makanan itu tidak bisa lepas dari aroma. Di situ saya mulai merasa deskripsi lewat penciuman itu punya efek yang sangat kuat. Setidaknya ketika saya menulis, saya bisa merasakannya, saya membayangkan mungkin pembaca bisa merasakan hal yang sama," ungkapnya.
Meriset segala macam bau-bauan, mulai dari yang beraroma wangi hingga bau busuk, diakui tidak membuatnya risih dan terganggu. Sebaliknya, berkat riset tersebut, dia menjadi lebih peka terhadap bebauan.
"Nggak (keganggu), malah jadi lebih peka," tandasnya.
Penasaran sekuat apa indera penciuman Dee Lestari, Aroma Karsa bisa didapatkan di toko buku mulai 16 Maret mendatang.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
