
Para fans film Dilan 1990 saat menonton di XXI Mall Kasablanka.
Jangan rindu, itu berat
Kamu nggak akan kuat
Biar aku saja
KUTIPAN dialog tersebut belakangan mendadak familier. Bahkan, menjamur dalam bentuk meme hingga parodi. Potongan dialog itu diucapkan karakter Dilan kepada Milea dalam film Dilan 1990. Bukan hanya dialog yang menjadi kekuatan film tersebut.
Pemilihan cast yang pas, jalan cerita, dan berbagai hal sukses membuat film bergenre roman itu jleb di hati. Segala hal yang dimiliki Dilan 1990 seolah menyihir banyak orang untuk menonton lagi, lagi, dan lagi.
Misalnya, yang terlihat pada Rabu (21/2) di XXI Kota Kasablanka, Tebet, Jakarta Selatan. Di sana, tampak berkumpul remaja perempuan hingga dewasa. Rupanya, mereka adalah Dilanisme –sebutan bagi penggemar Dilan di novel maupun film– dan Militan, support group Soraya Hylmi– yang bersiap menonton Dilan 1990 untuk kesekian kali. Nonton bareng (nobar) yang disponsori Aya, panggilan akrab Soraya Hylmi, tidak tanggung-tanggung menyewa satu studio.
’’Pertama, bikin nobar karena ingin bantu capai target 7 juta penonton,’’ tutur Aya sebelum masuk studio. Mereka berharap dapat mewujudkan keinginan Vanesha Prescilla menyusul ke Amerika untuk menghadiri wisuda Iqbaal jika jumlah penonton mencapai 7 juta orang.
Aya melemparkan wacana itu lewat Instagram story agar lebih ramai. ’’Apa ada yang mau jadi donatur. Ternyata, banyak yang mau donasi. Dari kalangan artis, istri pejabat, dan lain-lain,’’ tambahnya. Karena banyak yang ikut, akhirnya perlu membentuk tim. Dibantu Militan yang diketuai Agatha Christsally, diorganisir lah acara nobar yang dibagikan ke-50 penggemar yang masing-masing mendapat dua tiket.
Dari nobar itu, banyak yang datang dari berbagai tempat di wilayah Jabodetabek. Bahkan, ada yang berasal dari Makassar dan Malaysia. Masyarani Ahdanisa datang jauh-jauh dari Makassar untuk menonton Dilan 1990 untuk kali kesepuluh, sedangkan Winda Mellysa Allorerung untuk kali keempat.
Salah seorang Dilanisme pekan lalu mendapat kesempatan menonton dan dinner bareng tim Dilan 1990 lewat kuis yang diadakan Fajar Bustomi, sang sutradara, terlihat datang. Dia adalah Nandik Sesnicayi yang minggu lalu baru menonton 17 kali. Kemarin dia menggenapkannya menjadi 20 kali. ’’Niat awalnya mau challenge nonton 30 kali. Tapi, berhubung sudah mau turun layar, jadi turun target genapin 20 kali,’’ tuturnya.
Menurut Nandik, film Dilan 1990 menjadi yang pertama ditonton sebanyak itu. Bahkan, Nandik bisa dibilang sudah hafal di luar kepala dialog maupun alur cerita. Saking hafalnya, sebelum adegan lucu yang bakal bikin penonton tertawa, dia tertawa lebih dulu. Meski begitu, perempuan kelahiran Bengkulu, 2 September 1993, tersebut tidak bosan. Bahkan, rasa senang yang sama selalu ada setelah keluar dari studio.
Hilda Sabikah, 29, penggemar lain, enggan melanjutkan membaca seri Dilan 1990 karena cinta kepada karakter dalam buku dan filmnya. ’’Karena tahu spoiler dan sad ending. Jadi, saya cukup menikmati Dilan 1990 dan segala keriangan masa SMA,’’ tuturnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
