
Vidi Aldiano saat ditemui JawaPos.com di kawasan Jakarta Barat, Kamis (22/2).
JawaPos.com - Penyanyi Vidi Aldiano punya cara untuk menjauh dari jerat narkoba yang belakangan marak di kalangan selebriti. Dia mengaku selalu selektif memilih lingkungan pergaulan.
"Caranya (jauh dari narkoba) ya milih lingkungan bergaul. Untungnya teman gue semua nggak ada yang begituan," kata Vidi Aldiano ditemui JawaPos.com di kawasan Jakarta Barat, Kamis (22/2).
Pelantun Nuansa Bening ini menilai, sebuah lingkungan pergaulan akan mempengaruhi prilaku satu sama lain. Oleh karena itu, apabila lingkungan memberi pengaruh baik, otomatis bisa membuatnya juga lebih baik. Begitu pun sebaliknya.
"Gue berada di lingkungan teman-teman yang mentingin berkarya. Jadi gue juga terpacu buat berkarya, ketimbang gituan (pakai narkoba)," jelasnya.
Seperti diketahui, panggung hiburan tanah air lagi-lagi tercoreng karena kasus narkoba. Daftar panjang publik figur yang ditangkap karena mengonsumsi barang haram itu kembali bertambah. Mirisnya lagi, dalam sepekan sedikitnya ada tiga nama selebritas yang diciduk kepolisian.
Mereka adalah, Dhawiya Zaida, Roro Fitria, dan Fachri Albar. Dhawiya Zaida yang merupakan seorang komedian diketahui adalah anak bungsu dari ratu dangdut Indonesia, Elvi Sukaesih. Dia ditangkap pada Jumat, 16 Februari 2018.
Roro Fitria, aktris sensasional tersebut diciduk polisi karena kedapatan memesan narkoba berjenis shabu pada Rabu (14/2) kemarin. Kasubdit I Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvin Simanjuntak menyebut artis Roro Fitria telah menggunakan narkoba sebanyak dua kali. Namun baru kali ini artis seksi tersebut memesan sabu kepada seorang perantara pengedar narkoba berinisial WH, 40.
Dari hasil interogasi terhadap WH, Calvin menuturkan, pada awalnya Roro memesan sabu sebanyak 3 gram pada Selasa (13/2) malam. Namun karena barang haram tersebut tidak tersedia, WH hanya memberikan 2,4 gram sabu.
Pada hari yang sama polisi juga mengungkap kasus narkoba yang menyeret nama aktor Fachri Albar. Dia ditangkap polisi di kawasan Cirendeu, Tangerang Selatan, Rabu (14/2) pukul 07.00 WIB. Dalam penangkapan itu, pihak berwajib menyita barang bukti berupa polisi 0,8 gram sabu-sabu, 13 butir dumolid serta alat isap.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
