
Ilustrasi
JawaPos.com - Per Agustus 2017 angka pengangguran tercatat sebesar tujuh juta. Namun, angka tersebut dianggap tidak tepat oleh sebagian orang. Banyak yang menilai jumlah pengangguran di Indonesia jauh lebih besar.
Penilaian seperti itu muncul lantaran tolok ukur pengangguran mengacu kepada jumlah masyarakat yang tidak bekerja di tempat formal. Padahal, pemerintah telah membuat klasifikasi perbedaan jenis pekerja yakni formal dan informal.
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Misbakhun mengatakan bahwa klasifikasi para pekerja saat ini jauh lebih baik dibanding zaman Presiden Soeharto. Sebab, pada saat itu, mereka yang tidak memiliki kartu kuning dianggap pengangguran."Jamannya pak Harto pengangguran itu dihitung dari kartu kuning. Kalau Anda tidak sedang mencari kartu kuning itu dianggap pengangguran," ujarnya di kantor Indef, Jakarta, Selasa (20/2).
Bandingkan dengan saat ini, pekerja ojek online maupun pengusaha warung kecil sudah dianggap sebagai pekerja informal. Pasalnya, mereka tidak termasuk dalam orang yang tidak memiliki penghasilan. "Sama dengan kita memasukkan definisi sektor formal dan informal. Dulu bekerja 11 jam. Sekarang buka warung itu sektor informal. Bayangkan dia buka ojek sejam dapat Rp 50 ribu," jelasnya
Kendati demikian, pemerintah saat ini terus memperbaiki parameter penghitungan angka pengangguran maupun pekerja di Indonesia. Apalagi, dukungan dari kemajuan teknologi juga sangat membantu untuk saat ini. "Menurut saya harus memperbaiki parameter kita mengenai kemiskinan dan pengangguran. Dengan adanya teknologi penggunaan aplikasi dan sebagainya itu perlu mendefinisikan masyarakat nganggur, pencari kerja, miskin dan lainnya," tutupnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022