Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Februari 2018 | 18.13 WIB

YLKI: Bangun Proyek Konstruksi Kok Kayak Sopir Angkot Kejar Setoran

Bekisting Pier Head Proyek Tol Becakayu yang ambruk, Selasa (20/2) pagi - Image

Bekisting Pier Head Proyek Tol Becakayu yang ambruk, Selasa (20/2) pagi

JawaPos.com - Bekisting pier head (tiang penyangga) proyek Jalan Tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu) ambruk Selasa (20/2) dini hari. Tercatat sebanyak tujuh orang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.


Menanggapi hal itu, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai, proyek-proyek infrastruktur yang dibangun pemerintah terlalu tergesa-gesa. Dirinya bahkan mengibaratkan proyek tersebut seperti sopir angkot yang sedang kejar setoran.


Pasalnya, kecelakaan pada proyek infrastruktur tidak hanya terjadi kali ini saja. Setidaknya, ada 13 kecelakaan kerja yang terkait pembangunan konstruksi sepanjang beberapa bulan terakhir. Proyek-proyek yang dibangun BUMN Karya kerap terjadi kecelakaan.


"Percepatan pembangunan proyek infrastruktur tampaknya dikerjakan seperti sopir angkot mengejar setoran. Yang penting pekerjaan selesai, tanpa mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpangnya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (20/2).


"Terakhir, tadi pagi jam empat pagi girder Tol Becakayu roboh, dengan menelan beberapa korban (masih kritis). Kecelakaan konstruksi terhadap proyek infrastruktur yang terjadi secara beruntun, dengan puluhan korban melayang, membuktikan hal itu," sambungnya.


Menurutnya, maraknya kecelakaan konstruksi terjadi karena pemerintah melakukannya tidak secara matang. "Ini membuktikan proyek konstruksi tersebut tidak direncanakan dengan matang dan atau pengawasan yang ketat dan konsisten," tuturnya.


Atas dasar itu, pihaknya mendesak pemerintah agar membentuk tim khusus yang bertugas untuk menginvestigasi lebih dalam kecelakaan proyek milik pemerintah.


"Tim investigasi dimaksud sangat urgent khusus untuk mengaudit ulang terhadap proyek infrastruktur yang sedang berjalan. Jangan sampai proyek infrastruktur tersebut mengalami kegagalan konstruksi berulang saat digunakan konsumen. Kita bisa bayangkan, korban masal akan terjadi jika kecelakaan konstruksi tersebut terjadi saat digunakan konsumen," pungkasnya. 

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore