Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Februari 2018 | 00.43 WIB

Jalan Rusak Jadi Percontohan Naturalisasi ala Anies?

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau jalan rusak di Kampung Berlan, Jakarta Timur - Image

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau jalan rusak di Kampung Berlan, Jakarta Timur

JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi jalan terbelah yang terjadi akibat robohnya tembok pembatas bantaran Kali Ciliwung di Kampung Berlan, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (16/2). Dia menyaksikan petugas gabungan yang mulai melakukan perbaikan bentaran kali tersebut.


Pantauan JawaPos.com, pasukan gabungan yang bekerja di antaranya dari PPSU, Suku Dinas Tata Air Jakarta Timur, dan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) di bawah Kementerian PUPR. Mereka bekerja mendirikan kembali bantaran kali dengan bronjong.


Anies yang saat itu masih menggunakan baju khas Tionghoa mengatakan, pembangunan menggunakan batu bronjong merupakan contoh pendekatan natural, sebab dengan begitu biota-biota air dapat hidup kembali di sungai.


"Kalau ini bronjong lebih natural. Jadi air bisa masuk, biota-biota masih bisa mungkin hidup, belut-belut bisa hidup," ujar Anies di lokasi, Jumat (16/2).


Menurutnya, pembangunan bronjong merupakan bentuk penanggulangan yang bersifat sementara.


"Pendekatannya naturalisasi. Tidak dibuat beton tapi dengan batu bronjong yang nanti saling mengikat batunya dan di situ ada rongga-rongga yang bisa untuk tumbuhnya biota air," katanya.


Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Yusmada Faizal menjelaskan, pembangunan dengan menggunakan bronjong tersebut dapat lebih kuat dibandingkan dengan dinding turap. Rencana turap sudah disiapkan BBWSCC.


"Sementara penanggulangan. Rencana BBWSCC katanya turap tapi kalau sudah kuat seperti ini buat apa lagi," jelasnya pada kesempatan yang sama.


Petugas Pemeliharaan BBWSCC Teguh Lesmana mengatakan, pengerjaan perbaikan yang sudah dikerjakan sejak kemarin, Kamis (15/2) itu baru berjalan 10 persen. Pembangunan ditargetkan selesai dalam satu bulan.


"Belum tahu kapan selesai, kira-kira satu bulan karena cuaca yang kurang baik," pungkasnya.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore